Menyiasati Aplikasi Peta Ketika Tak Ada Koneksi Internet

Pas lagi mencoba mengeksplor kota atau tempat yang baru kita kunjungi, pas kita belum menguasai jalanan mana yang kudu kita lewati. Mati gaya? Enggak dong, lah trus gimana? Inilah saatnya kita menyiasati aplikasi peta ketika tak ada koneksi internet. Dengan adanya teknologi Global Positioning System alias GPS di Indonesia, kalian yang hobi jalan-jalan atau yang sering bepergian memang sangat diuntungkan. Kan sekarang udah banyak perangkat yang dipasang langsung di mobil atau motor sehingga bisa membantu hobi jalan-jalan tsb. Bahkan, ponsel yang kita miliki sendiri pun bisa menjadi pemancar dan penerima sinyal untuk mengetahui lokasi di mana kita berada. Belum lagi kenyataan bahwa peta GPS Indonesia sudah cukup lengkap. Masih mati gaya bingung ke mana arahnya? Nggak dong ya.

Kebanyakan orang Indonesia sendiri biasanya menggunakan teknologi GPS di ponsel pintar mereka. Apalagi sekarang kan udah banyak aplikasi gratis yang beredar, sangatlah mudah menggunakan GPS Indonesia untuk mencari rute dan lokasi yang diinginkan. Bahkan kalian nggak perlu bersusah payah membeli perangkat khusus, kita udah bisa mencari lokasi, rute, perkiraan jam, dan berbagai landmark lainnya yang menarik, khususnya di dalam kota.

[review] Kevin Costner, 3 Days to Kill

Hi beYOUtiful, do you remember...today it's weekends movie! Satu lagi film bergenre action, dibintangi aktor senior Kevin "The Bodyguard" Costner. Usia boleh lebih dari setengah abad, terlihat ngos-ngosan, tapi...aksinya tetep kece menurut saya. Setelah sebelumnya berlaga di Shadow Recruit, ayah dari 7 orang anak ini makin terlihat berumur. Kevin Costner, 3 Days to Kill, kali ini ia bertugas mengungkap misi rahasia sebagai seorang agen rahasia CIA, untuk menaklukan Wolf [Richard Sammel], bandar perdagangan senjata gelap.

3_Days_to_Kill_poster
source: wikipedia

Anis Khoir, Lulusan Pendidikan Matematika Yang Tak Menyukai Matematika

"Anis Khoir, lulusan pendidikan matematika yang tak menyukai matematika?" Baiklah kalo begitu, 1..2...3 saatnya berhitung. Nggak terasa kan, sekarang kita udah memasuki minggu ketiga di bulan September yang ceria ini. Dan seperti biasa, minggu ketiga kocokan Arisan Link by Blogger Perempuan pun udah dibuka. Kali ini, blogger manis yang berdomisili di Tuban Jawa Timur menjadi pemenangnya...yeaay! [nyalain toa] Please welcome to Anis Khoir as a winner of Arisan Link Batch XII. Itu tandanya saatnya kita merapat sejenak dengan pemilik blog www.aniskhoir.com yang bermotokan "Jejak, Makna dan Inspirasi."

anis-khoir-sosial-media

3 (Tiga) Model Rak Sepatu Minimalis

Sepatu udah bejibun, sekarang bingung merapikan sekaligus meletakkannya pada tempat yang tepat. 3 (Tiga) model rak sepatu minimalis ini bisa jadi referensi kalian. *** Ya, ya ya...harap maklum kalo udah ketemu makhluk satu ini, sekalinya tersesat di mall bawaannya pasti mupeng begitu ngeliat sepatu-sepatu cantik berjejer rapi di depan counter sepatu. Mau warna ini, mau warna itu...adaaa aja alasannya, pengen lagi, dan lagi [eh]. Kalian apa kek gitu juga kah? Hihihi, kalo saya? Jangan ditanya, sampe-sampe papabear kadang sebel ngeliat sepatu berserakkan pada tempat nggak semestinya. Pada akhirnya rak sepatu minimalis adalah sebuah furniture yang sangat penting walaupun kadang tempatnya hanya diletakkan di sudut ruangan. Sebenarnya, rak sepatu lah yang bisa mengkondisikan sepatu dalam keadaan yang tertata dengan rapi, terlindungi serta siap digunakan kapan saja bila diperlukan. Untuk setiap bagian dari rak, rak juga memiliki fungsi keindahan. Bahkan sekarang ini banyak produsen yang memproduksi sepatu dengan berbagai macam bentuk serta warna yang unik dan lucu. Nah, kalo uda begini kan papabear nggak perlu  ngomel-ngomel lagi yak.

A photo posted by Dwi Sari (@ki_seki) on

Kalo udah beli rak, peletakan rak sepatu juga harus menggunakan perhitungan yang tepat agar semua terlihat rapi serta pas menyatu dengan dekorasi rumah lainnya. Selain itu, perhitungan ini juga dilakukan agar rak tidak menghabiskan banyak tempat yang dapat difungsikan untuk menaruh perabotan lain, terlebih untuk rumah yang memiliki gaya minimalis. Sudah pasti diperlukan rak yang lebih minimalis namun memiliki fungsi yang sesuai..."Ya nggak, Sist?"

Sinetron Favorit Era 90-an Dan 2000-an

sinetron-dulu-dan-sekarang
pic by freepik, edited by me
Kapan terakhir kali kamu nonton sinetron? Saya? Jawabannya hmmm...ada kali setahun yang lalu hihihi, kenapa? Ya karena sinetron di TV zaman sekarang sedikit ada yang layak untuk ditonton, selain Haji Muhidin "Tukang Bubur Naik Haji" ... eh bukan Mukidi loh ya hahaha. Oiya, Senin kali ini saya feeling lovely banget bisa nongol as a guest post di kolaborasinya BloggerKAH [Mba Rany, Arin & Widut]. Daaan, kali ini trio blogger tsb mengangkat tema "Sinetron". Langsung aja lah kita flashback ke tahun 90-an, di mana tontonan keluarga masih banyak kita temui, bahkan masih menjadi favorit untuk diceritakan kembali. Dibandingkan dengan saat ini? Apa aja ya sinetron favorit era 90-an dan 2000-an?

Keluarga Cemara

keluarga-cemara
"Harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah keluarga...🎶"
Masih ingat nggak dengan lagu sarat makna dari sebuah sinetron yang tayang di stasiun RCTI sekitar tahun 1996 ini? Cukup 412 episode aja sih, tapi memorable banget. Mengingat sinetron zaman sekarang bisa sampai ribuan episode dengan jumlah pemain tak terhingga tergantung rating, tapi bikin yang nonton bosen. Dan kalo kita bicara soal jumlah honor yang dibayarkan, pemain sinetron dulu tentunya beda dengan sekarang yang sekali episode bisa mencapai puluhan juta. Fyi, untuk bermain di sinetron bertema keluarga tsb. Para pemain seperti Novia Kolopaking, Anneke Putri, Ceria Hade, Lia Waroka dalam sinetron Keluarga Cemara ini, dulunya hanya dibayar sebesar 200 rupiah untuk tiap episodenya.

Followers