Scarf Cantik

Ladies, saat ini scarf yang beredar dipasaran tentunya beragam. Otomastis cara memakai scarf pun beragam juga. Mulai dari yang disebut pashmina, sampai scarf kecil panjang cantik yang melingkar di leher kita. Trus, yang mana nih yang menjadi pilihan kalian?!

Tips dari saya, semua itu tergantung tempat dan bagaimana kita memadu padankannya [dan pastinya kudu comfortable buat kalian ya] how its works? Scarf panjang dari Mango ini saya padukan dengan jumpsuit putihnya OP then jalan-jalan sore kali ini tetap modis kan, simply chic yet casual ya [hehe mulai deh narsisnya].

long scarf

Kinetic Rain di Terminal 1 Changi Airport

Kinetic Rain yang pembuatannya memakan waktu sekitar 20 bulan dengan menggandeng Jussi Ängeslevä as a creative director dan Benjamin Maus as a computationalKinetic Rain yang merepresentasikan Tropical City untuk mewakili status negara Singapura dengan taman-taman kotanya yang selalu diguyur hujan.
"Hmmm ada benernya juga sih, apalagi selama disana hujan mengguyur kota ini tiap harinya."  
608 raindrops dimana setiap raindrops terhubung dengan motor penggerak yang bergerak secara otomatis  sesuai dengan musik yg telah diprogram by computer.

Changi is rainiiing hehe kira-kira ini yang ada dibenak saya ketika melihat "setitik air hujan" yang menghiasi areal sekitar keberangkatan di Terminal 1 Changi Internasional Airport. Ditambah alunan intrumental pianonya  membawa kita melupakan sejenak hecticnya Terminal 1 ini.
Check this out ladies :)


Terminal_1_changi
kinetic rain

Singapore Botanic Gardens

singapore-botanic-gardens-free
swan lake
Singapore Botanic Gardens adalah satu-satunya taman di dunia yang buka setiap harinya mulai dari pukul 5 pagi s/d 12 malam teng. Tiket masuk? PERCUMA!! alias free of charge loh, kecuali untuk masuk ke National Orchid Garden'nya pengunjung akan dikenai biaya 5 SGD, 1 SGD untuk pengunjung berusia 60 tahun keatas dan lagi-lagi free of charge untuk anak-anak yang berusia dibawah 12 tahun. Cukup bersahabat bukan?

Atmosfer yang kita dapat disini layak diacungi jempol, memiliki luas sekitar 74 hektar dengan penataan pepohonan rindang, taman-taman serta danau buatan [Swan Lake] pasti bikin adem, nyaman lagi lenggang. Karena meskipun parkir diluar cukup penuh dimusim liburan [untuk Indonesia.red] namun bukan berarti Singapore Botanic Gardens akan sesak dipenuhi para pengunjung. Di Surabaya udah terlalu sesak mungkin ya dengan populasi penduduknya hihihi...

Budaya Malaysia Bersama Indonesia Ku

Keris, batik, angklung dan tari saman...Yup setidaknya inilah 3 dari 12 warisan budaya milik Indonesia yang telah berhasil didaftarkan di UNESCO. Namun bukan berarti negara tetangga serumpun kita Malaysia berhenti untuk kembali mengklaim budaya milik Indonesia sebagai warisan budaya miliknya.

Beberapa minggu kemarin pun santer dimedia menyebutkan bahwa Tari Tor-Tor asal Batak dan alat musik Gordang Sambilan diakui Malaysia sebagai budaya miliknya "Lagi dan lagi???" [phew].
Dan tentunya hal tsb langsung dijelaskan oleh 
Konsul Jenderal Malaysia di Medan - Norlin binti Othman, dimana beliau menjelaskan bahwa duduk permasalahan yang muncul hanyalah kesalahpahaman pengartian makna dari kata "diperakui atau memperakui" yang artinya menurut bahasa Malaysia dimaksudkan diangkat atau disahkan atau disetujui, bukan diklaim seperti yang diartikan dalam bahasa Indonesia. 

Apapun penjelasan yang dilakukan oleh Konjen Malaysia tsb, pada kenyataannya hal tsb telah memicu beragam reaksi di masyarakat Indonesia. "Indonesia akan Daftarkan Tari Tor Tor ke UNESCO" di tanggal 20 Juni pages VOA pun berbagi pendapat mengenai bagaimana facebooker Indonesia menyikapi  masalah pelik yang tak pernah kunjung berhenti ini. 

komentar pembaca VOA

komentar pembaca VOA

Followers