Mood Booster of Mine

As the day before, morning rush where women have many things to do. Being grumpy whatever it is eventho it's just a small thing, then it might be change my mood suddenly...isn't? 
Fyi, being grumpy doesn't mean I get mad with someone or everyone around of you. It's I just had unpleasant for the moment thus please take it easy. Don't underestimate me darling, moreover you've got conclusion if you just did something wrong.
It's a BIG BIG WRONG you know, it's doesn't mean that everything is going $#(&$#^&%.

morning coffee
Well, where I can find something that could be change my mood? 
Finally coffee has just become mood booster of mine. Completed with two Goodtime's biscuit so this pairs of camilan cantik known as good time as Thursday morning of mine as well? ~ free will.

the subject is women

Impromptu Date Night Part 2

As i said on previous post and the headline as well, that our recent date is an impromptu date night. In fact, sometimes a married couple should have something different ambience than usual, something that could be bumps your next day with a good spirit nor ...... [put it in your own opinion] hehe.

Amid hectic days, daily activities nor busy city, this place is can find easily. Where? It's located at 21st floor of Java Paragon & Residence Hotel and known as Citilites Sky Club & Bistro. After refreshed and recharged our body at their Spa facility, we went to Citilites, one of rooftop resto in Surabaya at 10pm exactly.

So we just ordered drinks and a plate of sweet warm molten chocolate completed with vanilla ice cream. As we ate this fancy dessert my hubby bear just mesmerized by the view, of course he was! What else you can feels, if as far as your eyes can see is the view of Surabaya's lights from 21st floor. Lights everywhere, buildings and Ciputra World Mall next to the Citilites as well.

city lights

Impromptu Date Night Part 1

Impromptu date night is memorable! Memang ya rencana Allah itu lebih indah daripada kita as a human being. And that was! Minggu kemarin nih saya dan papabear bener-bener maunya sih cuman rileks di spa Java Paragon, eeeh karena sesampainya disana kita berdua udah diduluin couple lainnya. Alhasil mundur deh jadwal bobok di tempat spa.
Cusssss lah kita ke Sutos untuk cemil dan makan cantik dulu mengisi perut karna sore itu saya dan papabear lumayan sudah lapar sih haha...Setelah magrib baru deh balik lagi ke Java Paragon.

Ohya lobby kecil sebelum front office'nya masih sama seperti beberapa tahun yang lalu dan suasana homey khas tempat spa berhasil bikin kita yang tadi sempat keki jadi adeeem. Apalagi ginger tea as our welcome drink menyambut kedatangan kita berdua, sruput dulu aaaaah!

Lobby-java-paragon-spa
pajangan cantiknya
Minuman-jahe-spa
ginger tea
Ok, bonne nuit! Loh eh....?
"Lagi honeymoon ya?" celetukan therapist yang sempat bikin kita berdua tersenyum simpul [bahagia itu sederhana bukan?].
Starts dari 6.45 s/d 9.15 saya dan papabear dibuat rileks dengan pijatan si mbak therapist dan diakhiri dengan mandi berdua di bathtub [milk bath pulak] hihihihi makin enak nih nanti bobok malamnya [nah loh eh].

Ruang-spa-java-paragon
kamar cantiknya
Daftar-harga-spa-java-paragon
price list

Jung Tae Woo

summer time
“Jadi kau tidak mau punya kekasih artis?” tanya Tae-Woo hati-hati.
Sandy memiringkan kepala sambil merenung, lalu menjawab, “Tidak. Sebaiknya tidak.”
Tae-Woo meletakkan sendoknya. “Kalau begitu, apakah aku harus berhenti?”

Couleur de peau : Miel

Sinopsis + Review: 
Pilem animasi yang diangkat berdasar kisah nyata salah satu sutradaranya. Bercerita tentang Jung bocah cilik yang berasal dari Korea korban perang sodara [yang hingga kini sih ya] menyebabkan kemiskinan melanda rakyatnya. Alhasil di tahun 1971 setelah ditampung di sebuah panti asuhan, anak-anak kecil tersebut diterbangkan keluar Korea untuk akhirnya diadopsi oleh keluarga baru mereka nantinya. Dan kisah perjalanan Jung pun mendarat di Belgia, mengadopsi Jung sebagai anak ke 4 mereka dimana keluarga barunya telah memiliki 3 orang anak sebelumnya.
APPROVED FOR ADOPTION
Jung pun mau tidak mau mengganti bahasa Korea dengan bahasa Perancis sebagai bahasa sehari-harinya. Bentuk mata, warna kulit pun warna rambutnya pastinya berbeda dengan mayoritas orang disana. Disini Jung bergulat dengan bathinnya, apalagi tak lama keluarga barunya mengadopsi anak ke 5 mereka yang juga berasal dari Korea. Disini Jung merasa disisihkan, dari yang mulanya dianggap paling istimewa karena orang-orang Eropa pada umumnya kala itu menganggap jika mengadopsi anak-anak Korea sama prestigenya dengan membeli sebuah mobil baru [wow sebegitunya yah]. 

Klimaks:
Hingga dewasa bathin Jung bergulat dengan siapa kah dia sebenarnya, dari mana asalnya siapa ibu kandungnya hingga akhirnya Jung berkeputusan untuk keluar dari rumah itu. Semua kegalauan Jung tumpahkan dengan menggambar ke dalam buku sketsa [emang bakat terpendamnya orang-orang sana yak sepertinya].

Followers