Blighted Ovum, Kebahagiaan Yang Tertunda

Friday, May 22, 2015

lifetime
You were carried for only a moment, but are loved for a lifetime
"Maaf dek, ini ternyata kehamilan kosong. Jadi tindakan kuret harus segera dilakukan" 
Dengan tatapan nanar kearah saya, ibu dokter kandungan kesayangan mengatakan hal yang cukup membuat kami berdua shock. Penantian dan perkembangan kehamilan minggu demi minggu, sampai pendarahan hari demi hari yang saya alami harus berakhir sedih dan nggak bahagia. Udah kebayang gitu, rasanya menjadi seorang ibu dengan menggendong bayi mungil untuk pertama kalinya. Aahhh sabar yah, kebahagiaan itu masih ditunda olehNya.

Blighted Ovum
Kehamilan kosong atau yang sering disebut dengan istilah Blighted Ovum. Keadaan dimana kantong kehamilan tidak berisi janin, sampai batas maksimal 9 minggu atau 3 bulan kurang lebih [#cmiiw].
"Sabar ya Ning, aku dulu pernah persis ngalamin kek kamu...ditunggu aja" ujar seorang sahabat membesarkan hati saya, ketika kehamilan diminggu ke 6 sang janin belum juga muncul. Pun dokter kedua mengkhawatirkan terjadinya kehamilan kosong pada kehamilan pertama saya. Iya saya sampai mencari second opinion untuk meyakinkan kondisi kehamilan saya saat itu.

"Mamaku dulu juga kek kamu mbak, tapi abahku maksa dan gak mau dikuret. Hasilnya adekku ini" celetuk seorang teman ketika mendengar kabar sedih bahwa saya akan dikuret. Dan akhirnya kami mengambil keputusan untuk menunggu lagi sang janin sampai 2 minggu kedepan, siapa tahu rejeki :)

Ya, memang bukan hal yang mudah untuk melewati keadaan seperti ini, saya yakin semua calon ibu manapun pasti akan tersayat hatinya. Dihari pertama saya mengalami pendarahan, air mata pun menetes kemudian gamang. Ntah apa yang saya rasakan pagi itu, kegalauan yang insya allah Dia lah pengatur semua kejadian di dunia ini...mau bersedih seperti apa pun saya serahkan semua kesedihan itu hanya padaNya. Dia Yang Maha Tahu apa yang saya rasakan.

Positive Thinking
Dukungan dari suami pastinya beserta keluarga besar dan sahabat selalu menyertai hari-hari galau kemarin. Sehari, seminggu bahkan hampir tiga minggu saya bedrest di rumah, tak disangka juga dukungan dari orang kantor begitu besar. Alhamdulillah banget saya bekerja di kantor yang super duper pengertian "Sampai benar-benar kuat aja baru masuk kerja, jangan pikirin kerjaan" itu adalah reply BBM dari atasan saya kala itu, ya Allah terimakasih Engkau menyertakan orang-orang baik dan positif di tengah kehidupan saya.

Bisa kalian lihat bukan, betapa besar dukungan untuk saya kemarin? Namun terkadang di tengah malam saya terbangun, menangis sendiri tanpa sepengetahuan suami. "Jangan dipikir, santai aja rileks" saran dari beberapa orang teman, lantas apa saya bisa merilekskan pikiran begitu saja?
Enggak, itu nggak mudah. Ntah karena saya yang emang pemikir atau emang lagi galau berat hehe. Atau mungkin dikarenakan ini merupakan kehamilan pertama saya setelah kami merayakan ultah pernikahan pertama, jadi perasaan acak aduk menghampiri saya.
Setidaknya ada lah sepuluh menit dalam sehari, kadang saya melamun memikirkan perkembangan kehamilan saya yang berbeda jika dibandingkan dengan kebanyakan wanita pada umumnya. Tak dipungkiri trimester awal kehamilan memang saat-saat krusial suatu kehamilan itu sendiri [#cmiiw]. Tapi diakhir lamunan itu selalu saya selipkan kalimat penyemangat untuk diri saya sendiri. You're not alone...
been there??
Baiklah...tindakan kuret memang harus segera dilakukan, inilah jawaban dari penantian 2 minggu terakhir kami. Karena hari itu seharian mulai pagi perut saya keram, rasanya mirip dilep yang phffff gak bisa dibayangkan sakitnya seperti apa. Pokoknya sakit pake banget, hiks.

Tak lupa saya berpamitan ke kedua orang tua agar operasi kuret berjalan dengan lancar dan juga suami saya tentunya. Di ruangan kamar rumah sakit kemudian semalaman saya diobservasi sambil menanti pembukaan pertama. "Ternyata bukan persalinan normal aja ya nunggu bukaan, mau dikuret juga. Tapi ini bukaan satu" bathin saya kala itu ditengah kesakitan yang saya rasakan, sambil mendekap erat perut ditemani suami semalaman.

Tepat pukul 2 siang akhirnya sudah pembukaan, saatnya telah tiba. Di ruangan operasi saya menitikkan air mata. Ibu dokter menawarkan jika saya ingin ditemani suami, monggo. Namun saya tolak, it's Me time..inilah menit-menit terakhir saya bersama calon janin yang tidak berkembang itu. Selebihnya, ya karena saya nggak ingin suami saya tahu saya menangis di dalam sini :)
 
Look Forward
Well, 3 bulan kemarin bukanlah waktu yang singkat buat saya, walaupun akhir ceritanya tidak sebahagia di awal. Melewati hari-hari dimana saya merasa bahagia saat melihat hasil testpack dua garis, kemudian kontrol ke dokter kandungan dan melewati minggu-minggu dimana saya harus bedrest di rumah. What an experience.
Dngan kejadian inilah kemudian saya merasa bersyukur, kalau ternyata saya dikelilingi orang-orang baik dan positif ditengah kegalauan, letakkan kesedihan kemarin pada tempatnya. Jangan berlama-lama ya sedihnya dan buat calon ibu yang pernah mengalami kehamilan kosong seperti saya, jangan berkecil hati. Semoga rejeki dariNya, untuk saya, kita dan kamu disegerakan...aamiin.
la tahzan, innallaha ma'ashobirin
don't be sad
Allah is always with those who patience
PS: you're not alone :)
Tulisan ini diikutsertakan dalam Pregnancy Story Writing Competition oleh NUK Baby Indonesia ♡

You Might Also Like

14 happy thoughts

  1. Huhuhu...cuuueeediiiih aq bacany budhe...😒😒😭😭 tapi tenang budhe pasti nanti dikasih lagi,dinikmati aja dulu waktu b2 sama papa bear biar pacaran lagi sama sipapa bear budhe...πŸ’‘πŸ˜˜πŸ˜™ cemunguuuuud budhe...yes u'r not alone...#hughug...πŸ˜™πŸ˜˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaaa... ikut sedih juga :((((

      Delete
    2. @hance & sari: mamaciiih ya sai buat simpatinya :)
      luv youuu all

      Delete
  2. Pengalaman yang sama beda versi mbak. Aku udah 6.5 tahun baru sekali itu ngrasain test pack positif, udah ngrasain perut buncit, udah denger detak jantung debay di week 8 tapi trus pendarahan hebat sakit mules luar biasa kek mba dwi. Seminggu after kuret tiap hari nangis :D. Sekarang masih suka flashback kejadian itu. Tetap semangat ya, insya Allah kita diberi kehamilan sehat, lancar sampai melahirkan baby yang sehat. Amin ya rabbal alamin #hugs

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak....aku sempet membaca ceritamu itu, nyesek bangeeet mbak.
      smoga kita segera diberi amanah olehNYa, aamiin ya Rabb

      Delete
  3. Semangatt kakakku tercintaa, :')

    Ndak tahulah adekmu mau komen apa ini, sabar :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. adek tersayang, kesayangannya abang hihihi...trims yaaah empatinya :) :)

      Delete
  4. sedih banget bacanya juga
    tetap semangat ya mba, semoga kehamilannya dilancarkan sampai melahirkan :)

    ReplyDelete
  5. Aku masih belum mengerti, kalau memang kosong, kenapa dinyatakan hamil.. Hamil kosong.. Aku sendiri sedang usaha punya momingan dengan suami ^_^ thanks for sharing..

    Http://beautyasti1.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pada dasarnya seseorang dikatakan HAMIL itu, jika kondisi kantong dan janin lengkap #CMIIW
      sedangkan pada tahapan itu memang krusial banget, semoga kita disegerakan untuk mengemban amanah dariNya ya sai.

      Trims udah mampir :)

      Delete
  6. wah, sabar ya...
    ini memang sulit dimengerti. saya baru tau tentang blightedd ovum ini, hamil tapi kosong? hmm.
    yang sabar aja, kebahagian dari atas pasti datang tepat pada waktunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dgn tulisan ini, aku berharap calon-calon ibu mengerti dgn keadaan apa itu hamil kosong dan mereka nggak patah semangat.
      Trims ya udah mampir, dan terimakasih untuk doa manisnya, aamiin :)

      Delete
  7. bagus banget artikelnya, semoga bermanfaat untuk semuanya

    ReplyDelete

Makasih ya, buat kalian yang udah berkunjung & leave comment...stay beYOUtiful ^^

Friends of mine

Facebook Pages

Follow me @ki_seki