Ada Boeing 737-200 di Surabaya Barat

Surabaya Barat yang semenjak kota mandiri itu dikembangkan memang geliatnya makin cetar membahana, apalagi sejak tahun 2012 kantor Konsulat Jenderal AS pindah ke kawasan kota mandiri ini. Nah POI (point of interest) nya makin bertambah dong ya. Karena emang saya akui tata ruang kota mandiri ini apik, yaaa meskipun konsep mengadaptasi dari negara tetangga seberang sono.

Patung-singa-surabaya
Bahkan si patung Singa pun ikutan eksis ditengah danau ckckckck sebegitunya yak, "Kudunya yang baik-baik aja diambil, kalo ikon ya gak penting kali ya." [sssttt emangnya situ developernya].
Citraland, the Singapore of Surabaya....hmmm makanya identik banget dengan kota singa itu la wong tag linenya aja begicuh. Beragam cluster dengan theme yang berbeda tertata apik gak kalah dengan pepohonan teduh belum lagi apiknya properti di dalam kompleks perumahan premium ini.

Juga menyediakan pasar basah, nah pasar basah gak lengkap tanpa??? Toko kelontong! Hehe, tapi ini pasar basah versi Citraland, pastinya bersih dan enak dilihat la yaaaah. Pas saya tengok sekilas pas serasa saya sedang berada di wet market Singapore beneran loh. Persis banget suasananya, soalnya nih kemarin pas lagi nengok eh pas di depan toko kelontong itu nampak engkong sedang asik ngerumpi dengan pengunjung dari sesama etnisnya hehe [bukan rasis loh ya].
Cantik, indeed.

Belum lagi berbagai properti berbentuk bangun ruang menghiasi pulau jalan, mau bentuk kubus adaaa, balok persegi panjang adaaa, yang bentuknya bubbles pun ada disini hehe lengkap kan gak kalah sama taman bermain anak-anak.
Di penghujung jalanan kincir angin lawas yang sudah tidak berfungsi pun jadi pemandangan apik loh, jembatan mungil juga gak mau kalah eksis. Gak rugi kan jalan-jalan siang kita kemarin, benar-benar cuci mata!
wer market ala Citraland
Perumahan-citraland-surabaya
bubbles

G-walk-citraland
wisata kuliner? G-Walk ajaaa ^^
suasananya mendukung banget yah, cerah!
kincir angin lawas
Trus sebenarnya JJS ini berujung kemana sih kok ngalor-ngidul ke the Singapore of Surabaya segala hihihi.
Nah kebetulan nih saya dan papabear siang itu sebenarnya hendak pergi makan siang di daerah Benowo.
Bener banget, kalo kita mau ke daerah Surabaya Barat ujung lagi tepatnya Benowo. Jalan pintas melalui Citraland ini jadi pilihan tepat pas banget sambil cuci mata. Jarak dan waktu tempuhnya ya otomatis lebih singkat dan jalanannya juga gak gronjal-gronjal "Yaiyalah dump truck mana boleh lewat sini" hihihihi

Rumah makan Pawon Ndeso yang terletak di Jalan Raya Benowo ini jadi favorit kami karena selain lengkap harganya juga bersahabat, gak kalah akrab kek saya dan kamu [ceileh]. Menu chinese ada, menu penyetan ada, menu Thailand ada [tomyamnya endesss]. Gak rugi deh jauh-jauh keluar kota tipis-tipis trus makan di tempat ini, yang di depannya numpang eksis si pesawat terbang jenis Boeing 737-200 yang dicat menyerupai livery Garuda Indonesia jaman dulu. Padahal menurut sumber pesawat ini dulunya milik Bali Air yang mangkrak di Bandara Juanda, ciamik gak tuuuh JJS kita siang itu.

Contoh-Contoh KEB

K3B 3 Sauyunan
28 Mai 2014
Tepat hari itu saya resmi masuk KEB (Kumpulan Emak2 Blogger) yang sebelumnya si Nyonya Besar alias mbak Eda alias kakak kelas saya jaman SMA alias kakak angkatan di ekstrakurikuler PMR jaman SMA juga..yaelah ini aliasnya berentetan gini ngalah-ngalahin gerbong KA.


Hehe iya mbak Eda ini lah yang ngenalin saya ke komunitas super positif Kumpulan Emak2 Blogger, sebuah grup yang diisi oleh para wanita [emak] yang doyan ngeblog. Mau itu emak2 wannabe maupun already emak.

Manfaat KEB
Emak, sapaan mesra para wanita Indonesia tadi ini berkumpul jadi satu mulai dari Sabang sampai Merauke, eeeits bahkan emak yang stay di luar negeri pun bisa ikutan joint loh disini. Joint ke dalam KEB yang mengakomodir semua kebutuhan perEmak'an. Contohnya niiih menjalin persahabatan & memfasilitasi semua perempuan yang suka nulis, ngeblog atau sekedar curhat online di social media, untuk saling memberikan inspirasi, berbagi karya dan ide-ide positif, sehingga bisa menjadikan tulisannya sebuah karya yang bermanfaat [sumber KEB pages]


 وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ ) يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Jubair Ibnu Muth'im Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan." Muttafaq Alaihi.
Dan bener belum ada genap setahun bahkan, melalui KEB saya dapat menambah jalinan silaturahmi "Ssst banyak teman kan banyak rejeki" hehe...rejeki itu bukan melulu materi, indeed. Disini saya kita, kamu iya kamuuuu bisa kumpul bareng emak-emak kece. Kenal dengan emak-emak yang super baik ramah pulak, belum lagi semuanya ini doyan makan [elooh kok makaan, timbangan mana timbangan].

Silaturahmi yang terjalin ini bukan sekedar silaturahmi di dunia maya saja, gak jarang kita para emak kece, ramah nan gaul manfaatin momen seperti puasa tahun 2014 kemarin. Yaudah yuuk rame-rame kita ngadain buka bareng di mall, eh melulu mall gitu? Gak juga ternyatah....setelah lebaran pun, kita (KEB Surabaya) juga ngadain halal-bihalal dengan sistem potluck di rumah emak Tatit, Sidoarjo.

Bonus KEB
Gak ada ruginya deh gabung di Kumpulan Emak2 Blogger ini, yang ada malah happy, bahagia dan yang terpenting banyak manfaat yang dapat saya ambil dari sini [jadi paham seluk beluk perblogging'an lah pokoknya]. Bonus sebagai member KEB banyak juga loh. Berbagai produsen, sebagai pelaku pasar misalnya yang memanfaatkan para blogger sebagai ajang promosi produk mereka, gak jarang mengundang ataupun mengajak kerjasama KEB ke dalam event yang mereka adakan. Contohnya niiih  event seperti opening sebuah gerai kopi kapan hari, kunjungan plus buka puasa bareng di pabrik minuman, talk show, bahkan acara nonton bareng film yang lagi ngehits juga masuk dalam daftar event KEB. Nah loh jadwal padat merayap kaaan, tinggal siapkan stamina dan waktu, yuk cuss! :D

Saran untuk KEB
Nah itu tadi kan yang happy syalala, seperti mata uang yang memiliki dua sisi. Sama pula seperti pemerataan jumlah penduduk, apalagi pembangunan di Indonesia ini...Jawa muluk yak yang happening bin ngehits banget, pulau lainnya apa kabar???

Hihihi....sama halnya dengan pembangunan yang terkonsentrasi di satu pulau tadi pun begitu halnya dengan perblog'an ini [yaelah benang merahnya disini toh, dari pembangunan, penduduk ke blog]...cakep! Hmmm kadang nih sekilas ngeliat beberapa komen menyentuh hati dari beberapa member KEB yang wilayah jangkauannya berada di luar pulau Jawa. Contohnya lagi niiih "Aduuuh Bali kapan yaaa bisa ada nonbar begitu" eh boro-boro Bali, Surabaya aja jarang maaak. Mupeng bin pengeeen gak siiih?? [mendadak curcol nih].

Hehe...jadi intisari mata uang dua sisi tadi tuh, mungkin dapat dikatakan sebagai masukan ataupun saran untuk KEB kedepannya. Alangkah baiknya pemerataan event KEB bisa segera terlaksana....aamiin :) hayoooo siapa sih emak disini yang gak setujuuu. Ayo unjuk gigiii, udah pada sikatan belum :p

♥ ♥ ♥
Lastly, positivelly...wherever we are, whatever you are doing or whatever you are looking for. KEB is such a big spinner to tied the knot emak-emak Indonesia in the world.
I heart KEB, bon anniversaire!!!

Monggooo...

Masuk ke dalam 10 negara pembuat cokelat terbaik di dunia menjadikan pria asal Belgia yang beristrikan wanita asli Solo ini peka terhadap taste cokelat yang ia pernah rasakan di Indonesia. Nah kalo uda begini masak sih pas Thierry Detournay ngidam kudu terbang cus ke Belgia? Gak banget kan?? Cokelat “truffle” produk uji coba pertama dari Thierry Detournay dan berhasil sehingga membuat beberapa temannya menyarankan agar ia kudu membuat cokelat lagi.

Lagi dan lagi? Well singkat kata terciptalah produk cokelat yang gak kalah yummynya dengan produk cokelat yang sudah ada dipasaran. Perjumpaan pertama dengan si cokelat ini sewaktu saya membuat Tiramisu, dessert populer asal Italia. Ngubek-ngubek supermarket untuk mencari dark choco eh ngliat bungkusnya yang terkesan jadul tapi eye-catching langsung deh bungkus meskipun memang harga dark choco itu a bit pricey ya. Tapi soal rasa, Cokelat Monggo ini jangan ditanya.

Cokelat Monggo

Voilaaaa!!! Cokelat Monggo yang pas nyekar di makam Hasta Renggo eeeh kita juga mampir sakndulit ke showroomnya. "Kok bisa?" Gegara bapak mertua ujug-ujug ngebawaiin ponakan-ponakan cokelat banyak banget "Om, Pak, Eyang itu cokelat dapat dari manaaaaa?" semua pada heran dong ke makam kok oleh-olehnya cokelat hihihihi. Bener aja gak jauh dari areal makam tadi terdapat showroom sekaligus pabrik Cokelat Monggo. Aaaahhh girangnya saya pas tau ternyata akhirnya bisa tau showroom aslinya [nyengirrr]. Karena sampe kemarin sebelum ke Jogja saya belum paham juga kalo ini cokelat pabriknya ada di Jogja.

Coklat Monggo favorit saya sih yang kadar persentase kakaonya gak fully 100%. Fyi 100% berarti rasanya mengarah ke agak pahit, selera juga sih tapi saya kurang suka yang pahit-pahit [kan saya orangnya manis, ceileh].

Sekarang Kota gede bukan melulu kerajinan perak loh wisatanya, buat yang doyan cokelat sekalian narsis disini pas banget. Masuk ke gang lebar menuju pintu masuk showroom terdapat etalase mini yang cantik banget buat backdrop poto narsis, pas kita kesini pas pernik-pernik natal jadi aksesoris backdropnya. Wuiiih fancy banget, suka sukaaa...Nah loh ini jadinya mau beli cokelat apa numpang narsis? Tapi sayang kemarin belum sempat inguk-inguk pabriknya [namanya juga sakndulit] hehehe.
Jadi ceritanya nih selesai belanja cokelat trus narsis deh [eh loh].
pintu masuk showroom

halaman sekitar showroom, asri kan

Kamu Kangen Soto Banjar?

Soto Banjar tuh memang menu favorit keluarga banget, eh mendadak jadi menu makan siang hari kemarin. Iya hari Senin hari pertama mulai bekerja setelah libur panjang. Alhamdulillah ^^

Depot Soto Banjar Achmad Jais yang cukup terkenal di Surabaya apalagi lokasinya bersebelahan dengan kuliner terkenal lainnya Coto Makassar Daeng Kulle, hayoooo siapa yang belum mampir di kedua tempat ini gak lengkap brarti wisata kulinernya hihihi.

Tempat makan siang yang meskipun suasanannya ramai tapi tetap nyaman, bersih dan bebas asap rokok juga. GPL alias gak pake lama karena gak sampai 30 menit menu andalan Soto Banjar sudah disajikan siap disantap. Hmmm "Sruput dikit aaah"  rasa kuahnya begitu saya cicipi passss mantabs, familiar banget dengan resep Soto Banjar favorit keluarga saya lengkap dengan perkedel kentangnya. Eits jangan lupa sebelum ritual makan siang dimulai yuk mari dicucuri jeruk nipis plus sambal wah wah [#glek].

Soto Banjar
crowded yet comfy kan?
Bingung dengan menu makan siang hari ini? Atau lidah lagi kangen dengan rasa Soto Banjar yang beneran? Yuk segera aja melipir dimari ^^


Depot Soto Banjar Achmad Jais
✉ Jalan Achmad Jais no.6-6A Surabaya
☎ (031) 5344466

Hasta Renggo Makam Yang Beda

Halo smuaaa, sneak peek mengenai liburan kemarin sudah saya bocorin kan [yaelah brasa artis banget pake sneak peek sgala hihihi] dan emang beneran kalo keluarga besar suami juga sowan atau nyekar ke makam eyang. Iya nyekar, dimana pas kami sampai di wilayah Kota Gede pas yang ada dalam pikiran saya siang itu adalah kerajinan peraknya yang sudah mendunia. Begitu pula dengan nilai historisnya dimana Kota Gede merupakan ibukota dari Kesultanan Mataram yaitu kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. [wikipedia].

Jadi gak salah kan sewaktu kami memasuki areal parkir yang saya lihat adalah plang "Situs Sejarah Kraton Mataram 1509". Turun dari mobil kemudian saya bergegas memasuki sebuah kompleks pemakaman yang tak jauh dari areal parkir, mengikuti petunjuk tante salah satu anggota keluarga di Jogja sekaligus guide kami.

Hasta Renggo, plang kedua yang saya lihat tepat diatas pintu gapura. Yang begitu kami masuk di dalam sudah ada beberapa anggota keluarga dari Jogja lainnya yang sejak tadi sedang mengaji di dalam pendopo sebelah kiri. Iya benar, setelah memasuki pintu gapura tadi kita akan melihat dua buah pendopo di sayap kanan dan kiri, sebelum gapura kedua yang menuju kompleks pemakaman sebenarnya. Selesai mengaji, rombongan keluarga dipersilahkan untuk masuk ke pintu gerbang kedua menuju kompleks pemakaman dan disarankan untuk melepas alas kaki, awwww krikil serasa menggelitik kaki saya seperti halnya pertanyaan yang menggelitik benak saya siang itu.

Berjalan kecil menyusuri kompleks pemakaman dengan bertelanjang kaki itu sesuatu banget, belum lagi teriknya mentari yang sejak tadi enggan meredup sejenak kek gitu yah hihihi. Somehow semua keluh kesah saya ini masih kalah oleh sejuta pertanyaan dibenak saya yang menggelitik tadi.
HASTA RENGGO
Lalu kemudian saya googling dan benar lah adanya bahwa di areal tsb tepatnya di sebelah selatan pasar Kota Gede terdapat dua kompleks pemakaman yaitu makam raja-raja Mataram Kuno dan makam Hasta Renggo. Sudah pasti makam raja-raja Mataram Kuno ini telah menjadi objek wisata dan infonya sudah tidak lagi menerima pemakanan baru, sedangkan makam Hasto Renggo sampai saat ini masih menjadi tempat untuk pemakaman keluarga kraton pada tingkatan tetentu. [sumber: blogdetik]

Hmmm, makanya adat cara memasuki kompleks pemakaman tsb rada beda dari kompleks pemakaman pada umumnya. Belum lagi nuansa Jawa kental banget ketika saya melihat sekilas ada beberapa tetua yang berseragam Jawa seperti halnya abdi dalem Kraton di samping pendopo sebelah kanan tadi.
Menuju kompleks pemakaman

Followers