RBT Ku is Musik Ku

Tuesday, December 20, 2011

♫♫♫♫♫♫ [source:;heblackestwhite's]
"Hari gini nada sambung di hape kamu cuman tut...tut..tuuuut doang???" Hmmm...Balik aja deh ke jaman flintstones hehehe...
Cukup ekstrim yah sindiran tadi ;)) apalagi mengawali tahun-tahun pertama Ring Back Tone hadir dan sukses mendarat di hati para pelanggannya. Terlebih jika Nada Sambung Pribadi (NSP) atau yang biasa disebut Ring Back Tone (RBT) tadi kita setting sesuai dengan artis favorit kita, suara cantik Rossa, Afghan, bahkan mas chubby Michael Bubble bakalan melengkapi hari-hari kita *ceileeeh

Dimana sekitar tahun 2000-an pangsa pasar musik di masyarakat cenderung beralih ke musik digital. Beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 2005 industri konten musik di Indonesia bisa dibilang berkembang pesat. Di Indonesia sendiri industri RBT ini sukses meraup keuntungan yang signifikan, baik dari si artis itu sendiri, pihak penyelenggara maupun konten penyedia layanan tsb.

Mengaga demikian?
Bukan Indonesia namanya kalo tidak latah hehehe, sifat khas dari masyarakat kita pun bisa diambil segi positifnya kok. Yaiyalah, bagaimana tidak...Dengan tarif yang dipatok dikisaran Rp. 9.000,- masyarakat kita beramai-ramai mendaftarkan dan mengaktifkan RBT diponselnya hanya untuk sekedar bisa memiliki nada sambung pribadi atau RBT sesuai selera masing-masing. Alhasil keuntungan yang didapat pun melejit dengan cepat. Belum lagi jika mereka berlangganan RBT tsb, wow bisa dibayangkan berapa $$$ yang masuk ke kantong ketiga pihak tsb tadi. :)

Dan akhirnya seiring pesatnya industri tsb,  salah satu provider di Indonesia mengadakan sebuah awards dan menempatkan penyanyi seksi Agnes Monica sebagai Artist of the Year....bener-bener industri yang menjanjikan yah.

Tetapi dipenghujung tahun 2011 ini, tepatnya di bulan Oktober industri konten musik di Indonesia dikejutkan dengan konferensi pers Menkominfo terkait moratorium SMS premium. Dimana kala itu Menkominfo memberi penjelasan mengenai Surat Edaran (SE) tentang penghentian layanan SMS premium yang diterbitkan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang dikeluarkan per tanggal 14 Oktober 2011 [dikutip dari emka]. Sontak imbas dari keluarnya moratorium tadi membuat industri konten musik di Indonesia turun drastis.

Tetapi menurut saya pribadi, kalau sudah memiliki artis dan musik favorit hal tsb bukan lah halangan untuk tetap berlangganan RBT favorit seperti biasa, karena “music is what feelings sound like.”
So...maju terus konten musik di Indonesia!!! ;;)

You Might Also Like

0 happy thoughts

Thank you for reading, and commenting #beYOUtiful

Friends of mine

Facebook Pages

Instagram