Ada Boeing 737-200 di Surabaya Barat

Tuesday, January 27, 2015

Surabaya Barat yang semenjak kota mandiri itu dikembangkan memang geliatnya makin cetar membahana, apalagi sejak tahun 2012 kantor Konsulat Jenderal AS pindah ke kawasan kota mandiri ini. Nah POI (point of interest) nya makin bertambah dong ya. Karena emang saya akui tata ruang kota mandiri ini apik, yaaa meskipun konsep mengadaptasi dari negara tetangga seberang sono.

Patung-singa-surabaya
Bahkan si patung Singa pun ikutan eksis ditengah danau ckckckck sebegitunya yak, "Kudunya yang baik-baik aja diambil, kalo ikon ya gak penting kali ya." [sssttt emangnya situ developernya].
Citraland, the Singapore of Surabaya....hmmm makanya identik banget dengan kota singa itu la wong tag linenya aja begicuh. Beragam cluster dengan theme yang berbeda tertata apik gak kalah dengan pepohonan teduh belum lagi apiknya properti di dalam kompleks perumahan premium ini.

Juga menyediakan pasar basah, nah pasar basah gak lengkap tanpa??? Toko kelontong! Hehe, tapi ini pasar basah versi Citraland, pastinya bersih dan enak dilihat la yaaaah. Pas saya tengok sekilas pas serasa saya sedang berada di wet market Singapore beneran loh. Persis banget suasananya, soalnya nih kemarin pas lagi nengok eh pas di depan toko kelontong itu nampak engkong sedang asik ngerumpi dengan pengunjung dari sesama etnisnya hehe [bukan rasis loh ya].
Cantik, indeed.

Belum lagi berbagai properti berbentuk bangun ruang menghiasi pulau jalan, mau bentuk kubus adaaa, balok persegi panjang adaaa, yang bentuknya bubbles pun ada disini hehe lengkap kan gak kalah sama taman bermain anak-anak.
Di penghujung jalanan kincir angin lawas yang sudah tidak berfungsi pun jadi pemandangan apik loh, jembatan mungil juga gak mau kalah eksis. Gak rugi kan jalan-jalan siang kita kemarin, benar-benar cuci mata!
wer market ala Citraland
Perumahan-citraland-surabaya
bubbles

G-walk-citraland
wisata kuliner? G-Walk ajaaa ^^
suasananya mendukung banget yah, cerah!
kincir angin lawas
Trus sebenarnya JJS ini berujung kemana sih kok ngalor-ngidul ke the Singapore of Surabaya segala hihihi.
Nah kebetulan nih saya dan papabear siang itu sebenarnya hendak pergi makan siang di daerah Benowo.
Bener banget, kalo kita mau ke daerah Surabaya Barat ujung lagi tepatnya Benowo. Jalan pintas melalui Citraland ini jadi pilihan tepat pas banget sambil cuci mata. Jarak dan waktu tempuhnya ya otomatis lebih singkat dan jalanannya juga gak gronjal-gronjal "Yaiyalah dump truck mana boleh lewat sini" hihihihi

Rumah makan Pawon Ndeso yang terletak di Jalan Raya Benowo ini jadi favorit kami karena selain lengkap harganya juga bersahabat, gak kalah akrab kek saya dan kamu [ceileh]. Menu chinese ada, menu penyetan ada, menu Thailand ada [tomyamnya endesss]. Gak rugi deh jauh-jauh keluar kota tipis-tipis trus makan di tempat ini, yang di depannya numpang eksis si pesawat terbang jenis Boeing 737-200 yang dicat menyerupai livery Garuda Indonesia jaman dulu. Padahal menurut sumber pesawat ini dulunya milik Bali Air yang mangkrak di Bandara Juanda, ciamik gak tuuuh JJS kita siang itu.

Cerita singkat papabear sebelum rumah makan ini jadi, pesawat tsb dirakit sedemikian rupa dari yang sebelumnya berupa potongan-potongan kecil. "Yang punya pasti orang angkatan nih" bathin saya waktu itu, karena selain pesawat dulunya juga ikutan eksis kendaraan angkatan di samping rumah makan tsb. Gahar yak propertinya hehe segahar yang punya bapak Laksamana TNI (purn) Soeparno yang ternyata emang mantan KSAL [tebakan saya benar kaaan].
Boeing-737-200
Boeing 737-200
Pawon-ndeso
Pawon Ndeso
Tomyam-pawon-ndeso
mari makaaan ^^
3 of us
Sok atuh si montor gak moeloeknya jangan diliatin aja, mari makaaaan ^^
Pawon Ndeso
✉  Jl Sememi No 44 - 46 Surabaya, Benowo 60197
☎ (031) 7409060
☺ 8:00 am – 8:00 pm

You Might Also Like

17 happy thoughts

  1. tiap hari aku lewat sini, mau poto dipatung singapore nya takut...takut kena sanksi sebenarnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho, emang gak boleh ta Wik foto-fotoan ndek sana. Padahal kan masih di Surabaya punya, mosok ada sanksinya segala sih?

      Mbak Nining kalau ke Benowo aku lebih suka foto-fotoan di jalanannya Unesa itu lho yang ada tiang-tiangnya. keren banget lho itu bisa jadi tempat foto prewed hihi

      Delete
    2. mgkn kalo foto untuk dikomersilkan sepertinya emang dilarang, spt prewed gitu gk boleh ya...kudu ijin dulu emg

      Delete
  2. Watt??? Tinggal di ketintang, makan siang di Benowo. Pulang-pulang belum sampai rumah bisa-bisa mampir lagi dulu ke Royal Plasa haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahahahaha makanya itu kudu dibujuk rayu dulu aku baru mau kesini mbak Yun, jauuuhnyooo itu

      Delete
  3. Udah lama ga ke Surabaya... Berubahnya makin banyak aja yaaa.. Terakhir tahun berapa yaa kesananya.. Pas jaman2 masih sekolah kayaknya hehehe *sadar umur* wkwkwk.. Besok ahh, lo pas jalan2 ke Surabaya lagi, mau minta guide pribadi sama mba Nining...yeayyy *ambil pompom*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi insya allah ada waktu main sby keliling2 yah ^^

      Delete
  4. hem.... saya dapat inspirasi nih buat reviuw tempat wisata di Kota Surabaya, thaks mbak...

    ReplyDelete
  5. aku dulu sering ke benowo,baya tambak ya mbak...tambak osowilangun benowo hehehe,rumah temanku maksudhnya. wah berarti g usah ke singapore ya kalo mau foto sama iconnya,ke surabaya aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya makanya itu, iconnya diboyong ke Surabaya....singapore KW 1 LOL

      Delete
  6. dua orang pesen 3 minum. ahaha..
    satu sini buat aku, mbak :D

    ReplyDelete
  7. Itu apa-apaan banyak foto makanan gituh! Hiiiiih! -_-

    ReplyDelete
  8. Wuik, keren banget ada tempat makan yang super luas dan menunya bervariasi. tapi kok adoh Mbak Ning ndek Benowo X))

    ReplyDelete
  9. Min mau tanya... yang pesawat nya itu buat pajangan atau tempat makan sihhh.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuman pajangan aja mas, tapi asli bukan replika :D

      Delete

Makasih ya, buat kalian yang udah berkunjung & leave comment...stay beYOUtiful ^^

Friends of mine

Facebook Pages

Instagram