3 Hal Yang Harus Ada Dalam Surat Perjanjian Antara Pemilik Apartemen Dan Agen Properti

Saturday, September 17, 2016

jual-beli-apartement

Bagi sebagian orang, menjual apartemen bukanlah perkara mudah. Apalagi jika berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan proses jual beli seperti membuat iklan penawaran, menjawab telepon, atau bertemu dengan klien. Duh, pagi-pagi udah ngobrolin apartemen. Supaya kita nggak ribet atau direpotkan dengan berbagai urusan seperti itu, biasanya mereka yang ingin menjual apartemennya akan mempercayakan urusan jual beli itu kepada agen properti.

Nowadays, jasa agen properti memang menjadi alternatif yang cocok buat yang pengen menjual apartemen dalam waktu yang cepat. Namun, nggak sedikit pula orang yang masih merasa khawatir kalo memakai jasa agen properti. Maraknya kasus penipuan oleh agen properti yang tidak bertanggung jawab selama ini membuat para pemilik apartemen ragu untuk menggunakan jasa agen properti. Apalagi dengan harga jual apartemen yang tinggi, tentunya hal ini memerlukan perhitungan yang matang.

Untuk menghindari terjadinya penipuan, kita dapat mengantisipasinya dengan cara membuat surat perjanjian. Surat perjanjian antara agen properti dan pemilik apartemen merupakan hal penting yang wajib dimiliki untuk menghindari perselisihan di kemudian hari. Nah, agar surat perjanjian nanti nggak menimbulkan kerugian di masa depan, ada 3 hal penting yang harus ada di dalamnya:

 1. Hak dan kewajiban kedua belak pihak
Proses kerjasama bisa berjalan dengan baik jika ada kepastian hak dan kewajiban pada masing-masing pihak, yakni pihak pemilik apartemen dan agen properti. Hak dan kewajiban ini berlaku dan harus diatur dengan menerapkan prinsip win-win solution. Misalnya nih, pemilik apartemen berhak menetapkan harga jual apartemen,jika ditawar oleh pembeli, keputusan harga final tetap harus dengan persetujuan pemilik apartemen. Sementara itu, agen properti berkewajiban menangani segala urusan yang berkaitan dengan periklanan dan bernegosiasi dengan pembeli.

 2. Jangka waktu perjanjian
Menentukan jangka waktu perjanjian sangatlah penting. Jangka waktu perjanjian dengan agen properti biasanya berlaku selama 3 bulan. Jika selama periode tersebut apartemen terjual, meskipun tanpa perantara agen properti, agen properti tetap berhak mendapatkan komisi. Namun, apabila apartemen terjual setelah melewati jangka waktu perjanjian, agen properti tidak berhak mendapat komisi.

3. Ketentuan komisi untuk agen properti 
Besaran komisi yang akan diterima oleh agen properti jika berhasil menjual apartemen harus tertulis jelas di dalam surat perjanjian. Hal ini diperlukan untuk menghindari perselisihan dan kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Biasanya, komisi yang didapatkan berkisar antara 2,5-5% dari harga jual properti. Setelah kedua belah pihak sepakat, jangan lupa untuk mencantumkan besaran komisi secara jelas di dalam surat perjanjian.

Nah, udah nggak bingung lagi kan poin-poin apa aja yang setidaknya harus ada di dalam surat perjanjian antara pemilik apartemen dengan agen properti. Jangan lupa, untuk memperhitungkan harga jual apartemen yang tepat serta komisi untuk agen properti. Perlu diingat bahwa surat perjanjian tersebut sangatlah penting untuk menghindarkan kita dari penipuan. Semoga bermanfaat ya :)

You Might Also Like

25 happy thoughts

  1. aku enak jual sendiri belum pernah pakai jasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, maunya juga gitu. Tapi kadang bikin baper, udah janjian ketemuan...ditunggu2 gk datang *kok curcol* :)))(

      Delete
  2. Trus lagi, bikin surat perjanjian di atas materai ya mbak. Biar lebih sah lagii.. :D

    ReplyDelete
  3. Aku termasuk orang yang suka banget tinggal di apartemen, dan selama ini ga terfikir akan keribetan jual beli apartemen sampai kemarin ada teman yang cerita kalo dia udah lama pengen jual apartemennya tapi belum laku juga. Nah, aku kasih tulisan ini ah ke dia... :) Thanks for the info, Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mba Al, apartmennya semoga segera lagu dengan solusi tsb ya.

      Delete
  4. Betul banget, perjanjian sebelum transaksi itu penting banget. Apalagi menyangkut uang yang besar. Biar kita gak nyesel dan gak dibohongi. Tfs,...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, segala sesuatu yang berhubungan dengan duit uang dkk emang kudu jelas ya.

      Delete
  5. Biasanya nyari referensi agen properti yg dipercaya sm temen jg mungkin ya. Dan poin2 di atas ini wajib diinger supaya gak kisruh di kemudian hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, lebih kepada untuk menghindari sesuatu yang nggak diinginkan. Apalagi kalo sudah menyangkut nominal dalam jumlah besar.

      Delete
  6. Kita memang harus hati-hati ya, saat menjual properti. Jangan sampai ada salah satu pihak yang dirugikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, lebih baik disertai bukti hitam di atas putih ya.

      Delete
  7. Lagi naksir sky garden apartemen dekat rumah. Aku simpan tip ini ya

    ReplyDelete
  8. bener mbak harus jelas perjanjiannya biar nggak ada pihak yang dirugikan :)

    ReplyDelete
  9. YEs surat perjanjiannya harus di atas materai ya supaya sah secara lisensinya

    ReplyDelete
  10. Informasi yg berguna, nih, karena suatu saat pasti ketemu perjanjian semacam ini. TFS ya Mbak

    ReplyDelete
  11. Hati-hati juga kalau pakai jasa orang ketiga. Temenku pakai jasa orang ketiga, eehh uang sewanya ditilep dan dibawa kabur nggak dikasih ke pemiliknya. Alhasil temenku yang diusir dari apartemen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menggunakan jasa pihak ketiga ini perlu cari yg kredibel juga ya, supaya kejadian kek temannya mba Ratna nggak kejadian. Gk kebayang deh :(

      Delete
  12. Membantu banget buat yang baru mau bisnis, nih. Tfs, Mbak. :)

    ReplyDelete

Thank you for reading, and commenting #beYOUtiful

Friends of mine

Facebook Pages

Instagram