Cara Mengurus Klaim Jaminan Hari Tua 100%

Monday, October 17, 2016

Resign atau berhenti bekerja dari sebuah perusahaan, bukan lantas selesai semua urusan yang berhubungan dengan pemberkasan dan segala macam dokumen. Terlebih jika perusahaan tempat kita bekerja, mendaftarkan pegawainya ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Ini artinya, lepas masa resign [setidaknya 3 bulan setelah kita bekerja terakhir], akan ada sejumlah uang Jaminan Hari Tua [JHT] yang bisa kita klaimkan. Dan, pastinya paham kan kalo udah berbicara mengenai birokrasi di Indonesia, agak-agak gimanaaa gitu [bau-baunya saya ini apatis yak hihi]. Terlebih jika informasi yang kita terima kurang akurat. Meleset sedikit, adaaa aja berkas dokumen yang kurang. Penasaran gimana cara mengurus Klaim Jaminan Hari Tua 100%, di Surabaya? Berikut pengalaman saya kemarin :)

Surat Pemberitahuan Dari Perusahaan Ke Disnaker

Pagi hari saya bergegas ke kantor HRD [Human Resource Department] tempat saya bekerja dulu, untuk meminta Surat Pemberitahuan [pengunduran diri] dari perusahaan ke Disnaker. Surat tsb berisikan pernyataan yang menyatakan bahwa saya telah resmi mengundurkan diri dan berhenti bekerja.

Alhamdulillah surat tsb bisa langsung keluar, dengan catatan kita udah membuat janji dengan bagian HRD sebelum ke sana. Jadi nggak bolak-balik, kuatir HRDnya keluar kota atau gimana.

Ke Kantor Disnaker

Menuju ke kantor Disnaker [Dinas Tenaga Kerja] tempat saya bekerja, kalo kita bekerja di Surabaya ya ke Disnaker Surabaya yang beralamat di Jalan Jemursari Timur II No. 2 Surabaya. Saya menyerahkan surat pemberitahuan tsb ke ruang sekretariat, tunggu sebentar, kemudian bukti terima akan dikeluarkan. Guna mengurus klaim BPJS JHT.

Mengurus-BPJS-ke-Disnaker
Bukti terima dari Disnaker
Ohiya, beda perusahaan beda perlakuan loh. Kemarin sewaktu mengurus klaim, JHT, saya berjumpa dengan teman lama. Dia nggak perlu repot-repot mengurus sendiri ke Disnaker, bagian HRD perusahaan tempat ia bekerja yang meminta bukti terima dengan dibubuhkannya stempel dari Disnaker tsb.
Pokoknya, baik itu bukti terima atau stempel kudu ada ya. Kalo nggak, kalian nggak bisa lanjut mengurus klaim JHT.

Ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Untuk wilayah Surabaya, BPJS Ketenagakerjaan berlokasi di Jalan Karimun Jawa No. 6 Surabaya. Di dalam ruangan terdapat beberapa loket sesuai kebutuhan, untuk mengurus klaim JHT, dan saya melalui beberapa loket berikut:

1. Pemeriksaan Pemberkasan


Formulir-Klaim-JHT
Formulir Klaim JHT
Berkas dokumen udah lengkap semua, saya kemudian mengisi formulir seperti di atas. Nggak perlu bingung, karena di sana ada petugas yang akan membantu kalian. Selesai mengisi, berkas dimasukkan ke dropbox, dan saya pun menunggu giliran untuk dipanggil sesuai antrian.

Loket-BPJS-Ketenagakerjaan
Loket BPJS Ketenagakerjaan

2. Pelayanan Klaim
Berkas telah lengkap diperiksa di loket Pemberkasan, barulah saya mengambil nomor antrian untuk pengurusan klaim.

petugas-BPJS-Ketenagakerjaan
petugas tsb yang akan membantu kalian
Kuatir bakalan lama menanti antrian, nggak usah kuatir. Cukup melangkah keluar ke depan kantor BPJS, beragam foodstreet bertaburan di pinggir jalan. Mo pentol khas Siloam ada, es doger plus krupuk upil ada, atau siomay Bandung Jamsostek yang enak rasanya juga ada. Tinggal pilih :)

Gimana? Mudah kan sebenarnya, asalkan berkas dokumen yang dibutuhkan lengkap tersedia. Jangan kek saya, begitu surat pemberitahuan ke Disnaker kelar. Maen langsung aja cusss ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Seharusnya surat tsb saya serahkan lebih dulu ke Disnaker setempat, untuk mendapatkan surat bukti terima wkwkwk. Siang-siang berjibaku dengan teriknya cuaca Surabaya, kata Upin Ipin..."Duh, berpeluh-peluh!" LOL.

Selesai semua, tinggal menanti transferan. Oiya, mau via tunai juga bisa, karena di lokasi juga tersedia loket Bank.

Loket-bank-BPJS
"BANK"

***
Ohiya...perlu diperhatikan nih, menurut peraturan pemerintahan no 60 tahun 2015. Saldo JHT bisa diambil semuanya atau 100% full tidak tersisa, jika:

  • Peserta BPJS Ketenagakerjaan telah berusia 56 tahun atau lebih.
  • Peserta BPJS Ketenagakerjaan telah resign atau berhenti kerja.
  • Peserta BPJS Ketenagakerjaan telah meninggal dunia.
Kalaupun kita pengen mengetahui, berapa sih saldo JHT kita? Sila aja ke laman mereka di bpjsketenagakerjaan.go.id
Setelah mendaftarkan diri sesuai email dan nomor BPJS, kalian bisa lihat saldo JHT secara online, sbb:

cek-saldo-bpjs-ketenagakerjaan
Cek saldo JHT
***
Berkas dokumen yang dibutuhkan di antaranya:

berkas-dokumen- klaim-JHT
Check list kelengkapan berkas
- Surat Referensi Kerja [Paklaring] dari Perusahaan
- Bukti Terima Surat Pemberitahuan dari Disnaker
- Kartu Keluarga
- Tanda pengenal, KTP atau paspor.
- Kartu BPJS
- Buku Tabungan
Tunjukkan berkas asli dan disertai fotocopy juga ya.

Nggak rumit ternyata, andaikan semua birokrasi semudah dan sepraktis ini. Cukup sehari, udah beres :) 

survei-pelayanan-bpjs
sangat puas
Well, selamat mengurus ya ^^

***
Semua tulisan di atas berdasarkan pengalaman saya pribadi, bukan postingan berbayar :)

You Might Also Like

21 happy thoughts

  1. JHT saya belum saya cairkan mbak. Sdh resign hampir 4 tahun lalu. Lah 2 tahun sesudah resign JHTku blm bs cair tuh katanya keanggotaannya masih aktif. Blom ditutup sama HRD (yang ngurus HRD pusat di JKT) pdhl surat keterangan resign sdh dikeluarkan. Hmm baru tau ada step harus ke Disnaker segala. La aku dulu kerja di sby berarti kudu ke Disnaker sby? Ntar deh kutlp kantor BPJS tenaga kerja. Tfs mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kemarin temanku ada yg seperti mba April. Dia udah pindah ke luar kota, HRDnya dihubungi. Nanti mereka yg mengurus surat tsb mba, nanti minta dikirim by pos. Semoga lancar mba, dicoba aja :)

      Delete
  2. Agak njelimet ya mba...tp mmg harus dilalui krn prosedurnya spt itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, berkas dokumennya kudu lengkap semua :)

      Delete
  3. Makasih mba sharingnya. Untuk yang belum mengklaim bisa mengikuti cara diatas ^_^

    ReplyDelete
  4. Sebelum berangkat, harus dicek dan dicek lagi kelengkapannya jangan sampai ketinggalan #pengalamanpribadi hihi

    ReplyDelete
  5. noted dulu ah mak, prosesnya panjang sekali hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi kalo kudu mengurus ke Disnaker sendiri huhuhu.

      Delete
  6. Lumayan ribet juga yah persyaratannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mungkin kalo perusahaan membantu mengurus ke Disnaker akan lebih mudah ya hehehe.

      Delete
  7. baru tau aku. Ternyata sedikit ribet ya alurnya. nyesel dulu ayah minta temenin akunya sibuk. jadi beliau ngurus sendiri deh. jadi inget ayahku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuah iya, kalo orang tua yang mengurus sendiri ditemani aja.
      Mungkin untuk lain kali :)

      Delete
  8. Duh kalau saya mah ke bank itu suka jenuh mbak soalnya antriannya waw full tank sekali mbak, pernah waktu dulu ke bank dan saya antri bahkan sampai satu jam duh kesalnya saya.

    ReplyDelete
  9. Ohhh... Bisa ya diklaim 100%? Eh tapi, belom 56 tahun dan belom resign sih. Hehe.. Tfs, jadi tahu deh caranya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi iya, sekarang untuk klaim 100% ada term & condition'nya :D

      Delete
  10. Aaaaaaa ini yg aku cari cari mb ning huaaaa
    Aku rencana mau ambil insentif pas dah resign blom gerak gerak karena terkendala info apa aja yg musti dibawa pas mau cairkan, takutnya ud di kantornya musti bulak balik lagi karena berkas nd lengkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, informasi yg kita dapat kudu akurat. Kalo bs dari pengalaman yg pernah ngurus ya sai.

      Delete
  11. Hampir 3 tahun gaji saya dipotong untuk JHT, tp malah ga muncul pada kepesertaan jht alias tidak mengikuti program jht, apa yang sebaiknya saya lakukan?

    ReplyDelete

Thank you for reading, and commenting #beYOUtiful

Friends of mine

Facebook Pages

Instagram