Scabies? Apa Itu?

Monday, March 18, 2019

scabies-kudis
Scabies? Apa Itu? [pic from halodoc, edit by Me]
Scabies? Apa Itu?"Wah, gudiken itu sai." salah seorang teman di grup whatsApp nyeletuk demikian, ketika ada teman yang menanyakan kira-kira ada apa dengannya. Karena tiba-tiba semalam muncul ruam di lipatan ketiaknya, disertai rasa gatal yang luar biasa. Sebagai awam seperti kita, pahamnya kalau disertai demam baru aware ya. Lah kok ternyata setelah teman berkonsultasi ke dokter ruam tsb didiagnosis sebagai gudik atau istilah medisnya scabies atau kudis, baru deh paham walau enggak demam, penyakit ini menular loh! Nggak banget kan garuk-garuk sana-sini. Apalagi baru-baru ini saya sendiri sempat dibikin keki karena terkena serangan kutu rambut, sempat dikira scabies oleh suami karena gatal-gatal mendera saya kala malam hari tiba ... grrrrr >.<

Orang-orang yang terkena penyakit kulit ini belum tentu mereka yang tidak menjaga kebersihan, karena ya namanya tungau atau kutu si binatang kecil berkaki delapan bernama Sarcoptes scabiei ini susah ditangkap oleh kasat mata saking kecilnya. Nah, ini dia binatang yang biasa hidup di lapisan epidermis kulit, jika dilihat menggunakan mikroskop optik ...
scabies
hiii ... geli yah
Scabies atau kudis adalah penyakit kulit menular yang muncul dengan gejala rasa gatal terutama pada malam hari, ditandai adanya ruam dan galian di bawah kulit. Disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei.

Gejala Penyakit Scabies (kudis)

Penyakit kudis ini banyak ditemukan di Indonesia, karena merupakan negara beriklim tropis. Selain itu penyakit ini identik dengan sakitnya anak santri. Loh, kok bisa?! Karena yaaa, di pesantren itu kan biasanya anak-anak suka bertukar pakaian, handuk, kasur, guling, dll. World Health Organization (WHO) juga melaporkan bahwa kasus penyakit scabies pada tahun 2014 sebanyak 130juta orang di dunia, wow banyak yak ternyata.

Tungau sebagai penyebab penyakit ini biasanya berdiam di gorden, bantal, atau pakaian orang yang terinfeksi. Pada umumnya, orang yang paling sering terkena penyakit ini ialah mereka yang hidup berkelompok atau tinggal dengan tingkat kepadatan oenghuni yang tinggi. Seperti di pesantren, rumah sakit, panti jompo, penjara, dsb. Yayaya namanya penyakit ya, nggak pandang bulu. Scabies pun dapat menyerang siapa aja tanpa terkecuali.

Berikut beberapa gejala yang dirasakan, di antaranya:
  1. Timbul ruam disertai rasa gatal, terutama pada malam hari.
  2. Ruam sering ditemukan di sela-sela jari, ketiak, siku, telapak kaki, payudara, selangkangan, dan daerah lipatan lainnya.
  3. Ditemukan ruam dan jejak seperti galian yang tipis dan tidak teratur, atau berupa benjolan seperti jerawat kecil serta kerak berwarna keabu-abuan.

Mencegah Penyakit Scabies (kudis)

Lebih baik mencegah daripada mengobati, apalagi kalau sudah terkena kudis. Hmmm, gatalnya minta ampun, nggak mau dong tidur malam kita terganggu cuman buat garuk sana-sini. Jadi, beberapa tindakan ini biasa saya lakukan untuk mencegah penyakit scabies (kudis).
  • Rajin membersihkan perabotan seperti sofa, kasur, gorden, boneka, dan perabotan lainnya yang berbulu. Biasanya saya lakukan dengan memvakum perabotan tsb dua minggu sekali.
  • Cuci perlengkapan rumah seperti bantal, guling, gorden, cover sofa, seprei dengan air panas. Tambahkan pula cairan deterjen anti bakteri, lalu dijemur. 
  • Biasakan menyetrika, karena panas dari setrika ini bisa membunuh kuman, serta bakteri atau mungkin saja tungau yang ikut menempel saat dijemur tadi.
  • Membersihkan perabotan rumah tangga menggunakan lap basah. Bukannya menghilangkan debu, ia justru berpindah tempat, kalau kita hanya membersihkan sekadarnya saja memakai kemoceng. Yang ada malah kitanya jadi bersin-bersin, "Hatchiiing ....!" yekaaan. Jadi, baiknya bersihkan debu menggunakan lap basah. Atau gunakan cairan pembersih khusus, lalu dibilas dengan lap.
  • Biasakan membawa sarung bantal, dan handuk sendiri kalau menginap di hotel. Sebisa mungkin saya menghindari kontak meski tak langsung, apalagi sejak kemarin terkena kutu rambut. Kapok banget deh dikerjain sama binatang kicik satu itu, apalagi kalau sampai gatal-gatal karena scabies .... huhuhu jangan deh ya.
Baca juga: Peditox, Membasmi Kutu di Rambut

***
Ssst, kalo kalian memiliki gejala-gejala seperti yang saya tulis di atas, segera konsultasikan kepada dokter ahlinya. Semakin cepat mendapat penanganan, semakin cepat pula kita pulih dari penyakit ini. Nah, di Halodoc ini tersedia layanan untuk bisa berdiskusi langsung dengan dokter ahlinya. Caranya? Cukup download aplikasinya di App Store atau Google Play.

Yuk! "Dengan Halodoc Sehat Jadi Lebih."

* sumber informasi:
halodoc[dot]com
wikipedia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
VOL. 2/NO.6/ Mei 2017; ISSN 2502-731X

You Might Also Like

3 happy thoughts

  1. Kyknya jaman kecil adikku pernah kena penyakit ini deh, sampai baju yang dia pakai di rebus air mendidih biar kumannya ilang.

    ReplyDelete
  2. aku lg pgn coba yg jasa bersih2 kasur itu mba. utk ngilangin segala tungau kasur. ngeliat testimoni dr temen, kasurnya yg kliatan bersih aja bisa sebanyak itu ternyata kotorannya. ga nyangka yaaa. serem jg kalo ntr jd kudis :(

    ReplyDelete
  3. Seloroh anak santri, belum lolos jadi santri kalau belum kena kudis, wkwkwkwk

    Penyakit yg satu ini jadi penyakit sehari-hari, ya, ga di tempat bersih maupun kering. Adaaaa semua

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di blog #beYOUtiful ini, semoga tulisan-tulisan saya bermanfaat :)

Friends of mine

Facebook Pages

Instagram