Tips Menghadapi Teman Kantor Yang Menyebalkan – Teman yang menyebalkan itu ini teman macam apa ya? Hmmm menyebalkan kok tapi bisa jadi teman, hih! Teman macam apa itu!
Eits, tunggu dulu … rasa-rasanya saya pernah nih punya teman menyebalkan di kantor [ooops]. Sampai-sampai berhasil merusak mood saya kalau lagi kerja, nah nggak asyik kan?
Teman menyebalkan di sekolah juga pernah ada, tapi nggak seheboh teman sekantor itu [eh]. Apalagi kan biasanya kalau zaman sekolah trus kita nge-geng gitu kan. Dan yang namanya teman satu geng itu pastinya satu frekuensi dengan kita, sama gilanya juga sama-sama absurdnya.
Jadi kalau ada teman sekolah yang menyebalkan, masih ada teman se-geng ini kok eaaaa haha. Lah kalau di kantor gimana?
Tips menghadapi teman kantor yang menyebalkan
Ya selow aja sih, meski sempat membuat mood naik turun tapi ya gitu deh. Alkisah dulu waktu saya ngantor, sempat ada satu teman kantor yang membuat saya naik pitam hingga menggebrak meja kantor … bayangin meja kantor saya gebrak cobak dududu jangan ditiru yak.
Hehehe asli kalau diingat-ingat lagi, kok bisa ya saya emosi sampai begitu?! Katanya tadi selow aja, lah kok pake acara gebrak-gebrak meja segala??
1. Acuhkan saja, anggap ia tidak ada
Ya maksud hati begitu, tapi gimana-gimana ya tetap aja si teman itu bakalan muncul di hadapan kita, apalagi satu ruangan satu divisi pulak. Lu lagu, lu lagi … 4L dah.
Tak ayal kadang sikap acuh ini membuatnya semakin merasa di atas, dikiranya kita cuek saja dengan tingkahnya. Duh kok bau-baunya rival teman kantor ini berat banget yak.
Tapi sikap acuh saya pun tak membuatnya sadar kalau dia itu menyebalkan >.<
2. Jangan mudah tersulut api
Kecuali, sudah membawa ke ranah pribadi. Ya jangan kaget kalau meja kerjanya sampai saya gebrak hihihi itu artinya … ranah pribadi saya sudah diusik olehnya [genderang perang pun ditabuh].
Kenapa, eh kenapa? Namanya juga emosi, saya dijadikan kambing hitam … ya jangan harap akan diam saja. Profesional dong, apalagi kan kita berada di dunia kerja. Ceileh berat bener nih bahasannya ^^v
3. Sabar, waktu yang akan menjawab
Time will tell, alias waktu yang akan menjawab. Iya, saya kemarin itu sudah sampai ditahap fitnah beredar ke mana-mana akibat dijadikan kambing hitam tadi. Kambing mana sih yang hitam woi??? hahaha ^^v
Bahkan nih, saya sendiri sempat tidak tahu kalau beredar fitnah kejam tersebut. Sampai pada suatu saat ketika masalah saya dan teman tersebut sudah kelar, atasan saya mendadak mengklarifikasi kebenaran fitnah tersebut. Itu pun terkuak setelah 5 tahun kemudian loh, ckckck Gusti Allah mboten sare nggih.
Kaget? Banget! Kok bisa ya … tapi ya balik lagi, saya bisa apa? Masak iya mau koar-koar preskon mengatakan yang sebenarnya telah terjadi. Buat apa?
Meski orang satu kantor sempat termakan berita hoax tersebut hingga berimbas pada pekerjaan saya. Di mana saya sampai dipindah lokasi kerja, ya kalau sudah begini cuman bisa sabar.
“Take it or leave it.” kalimat ini pernah dilontarkan oleh atasan saya ketika ia hendak memindahkan lokasi kerja saya. Saya sampai terkejut bahkan sempat tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.
Karena jujur saya sempat down ketika mendengar lontaran atasan saya kala itu. Yang ada di kepala saya cuman, kenapa, kenapa dan kenapa harus saya?
**
“Someone who smiles too much with you can sometime frown too much with you at your back.” Michael Bassey Johnson
Tahukah kalian, padahal kami dulu sempat berteman dekat namun sayang ia malah berbalik menanggapi pertemanan tersebut.
Teman menyebalkan seringkali disebut sebagai toxic people, jadi ada baiknya kita jangan dekat-dekat mereka deh. Berkaca dari cerita saya barusan, separah itu toxic people di dunia kerja.
Sama halnya dengan cerita si pandai besi, kalau kita dekat-dekat dengan si pandai besi, sudah pasti akan terkena percikan apinya juga.
Well, setidaknya ketiga tips menghadapi teman kantor yang menyebalkan di atas barusan pernah saya terapkan. Kalau kamu, apa punya tips lain, seperti apa ya kira-kira?
***
Tulisan ini diikutsertakan dalam rangkaian Nulis Bareng Ning Blogger Surabaya, dengan tema “Caraku Menghadapi Teman Yang Menjengkelkan”.

2 Comments. Leave new
Tiap pindah kantor selaluuuu ada teman yang menjengkelkan. Yang jadi masalah teman ini bagiannya selalu berhubungan dengan aku. Aku marketing, dia akunting.
Okelah aku berusaha sabar dan berharap waktu yang memberikan jalan terbaik. Ndilalah suatu hari ada suplier nagih ke aku, katanya tagihannya belum dibayar padahal sudah lewat jatuh tempo
Tak bilang, kok nagihnya ke aku, gak ke akunting?
Bilangnya akunting gak mau bayar, suruh nagihnya langsung ke aku. Lhadalaaahhh, golek pekoro dadakno
Sebel nggak sih sikapnya begitu. Kekanakan banget lho!
wah kalau sampai ranah fitnah, mending perang sekalian… apalagi menyangkut hajat hidup mbak… dibiarin ngelunjak. Tapi memang kalau kemudian kita tidak bisa apa2 entah kenapa akhirnya terbukti juga dan kemudian balasan Allah justru lebih jleb jleb jleb.