[review] I Am Hope, Shabby & Bohemian

Setiap ngeliat sebuah cerita baik itu dalam bentuk cerita pendek, drama, sinetron maupun film yang mengangkat kisah penderita kanker. Saya pasti langsung teringat film yang diangkat dari novel laris Nicholas Spark bertajuk A Walk To Remember. It's not a happy ending movie yet the movie becomes my favourite ones. Ntah karena saya ini orangnya baper ato sensitif, gampang terenyuh, terharu dsb. Film dengan ending yang sedih itu kadang lebih meninggalkan kesan mendalam ketimbang yang happy ending. Kan kata mbak Agnes Monica "Life is never flat" hehe.

[Baca juga: A Walk to Remember]

Alessandra-usman

Sneak Peek
Pun film I Am Hope yang disutradari oleh Adilla Dimitri suami dari Wulan Guritno, wanita blesteran Jawa-Inggris mengangkat kisah serupa. Fyi, Wulan Guritno sebagai salah satu dari 3 orang yang memproduseri film ini [Janna Soekasah Joesoef, Amanda Soekasah] bisa dibilang karirnya di balik layar nggak bisa dipandang sebelah mata.
Terbukti peluncuran film I Am Hope di beberapa kota besar di Indonesia menuai sukses. Seperti acara nonton bareng I Am Hope The Movie bersama para pemain, sutradara dan produser di Ciputra World Surabaya pada hari Minggu 21 Februari kemarin.

nonbar-film-surabaya

Diakomodir oleh salah satu komunitas film, saya bersama beberapa blogger Surabaya mengikuti rangakain nonbar yang digelar di Surabaya. Meskipun terjadi sedikit drama di dalam pelaksanaannya, namun harapan saya akan film Indonesia yang berkualitas nggak lantas sirna karna drama tsb.
Apalagi film ini sukses membuat air mata saya berderai, saat mendengar lagu recycle dari alm. Galang Rambu Anarki "Kasih Jangan Kau Pergi" yang dinyanyikan ulang oleh Yura Yunita...aaah nyeseeek, kasih sayang seorang papa itu nggak ada duanyaaa di dunia! Scene ini yang sya suka, mengambil angle kisah kasih antara anak dan ayah. Tuh inget, yang udah punya pacar, ayahnya mbok jangan dilupain hehehe.

All About Shabby
Karna seperti kebanyakan film-film Indonesia lainnya yang mengangkat alur cerita seorang penderita kanker, jadi saya nggak akan ngebahas detil sinopsis dari film ini. Udah bisa kebaca siiih hihihi [ooops].

Dan seperti kebanyakan film Indonesia lainnya, interior dan wardrobenya bisa dibilang layak dikenakan untuk masyarakat ekonomi menegah ke atas. Ntah si pemeran ini kaya, berkecukupan, sederhana, lagi susah atau menderita sekalipun pasti oke punya smua deh.
Padahal kan kalo dilihat dari alur film I Am Hope, di situ diceritakan bahwa ekonomi keluarga Mia [Tatjana Saphira]  jatuh terpuruk sepeninggal almarhum sang ibu atau Madina [Febi Febiola], seorang sutradara teater sekaligus istri dari seorang komposer Raja Abdinegara [Tio Pakusadewo].

Ditambahkan juga scene yang menceritakan gigihnya sang ayah menyambung hidup. Seperti saat Raja mengalami penurunan insting berkaryanya, di mana ia ditolak oleh beberapa produser. Sehingga mengakibatkan mereka harus menjual rumah dan pindah ke rumah yang lebih sederhana.

Sederhana sih penampakan rumahnya doang, namun menurut saya nggak berlaku dengan beberapa interior di dalam rumah mereka. Semua perabotan atau istilah bekennya design interior rumah tsb bertemakan shabby, tema interior rumah yang sekarang lagi ngehits. Agak timpang dikit, kapan yaaa fikm Indonesia bisa looks senatural mungkin :)

Nah, agak susah nih menggambarkan apa yang saya jabarkan barusan. Beda jauh dengan film garapan luar, yang dengan mudah bisa langsung kita jumpai bahasan mengenai interior, wardrobe lengkap dengan brand yang mereka kenakan dalam produksi film tsb. Film Indonesia? Susaaaah banget!

Padahal nih saya demen loh dengan wardrobe yang dikenakan oleh Maia [Alessandra Usman] , malaikat kecil pendamping Mia. "Ada setan kece kek gitu ya nggak bakal takut!" Papabear sampe nyletuk demikian hihihi.

Tumblr-room-girly
Maia & Mia
Pose kece di kamar girly ala Mia yang dihias dengan gelantungan twinkle lighting, kamar idaman semua para gadis maupun wanita deh.
[Baca juga: Twinkle Lights Room Ideas]
See? lengkap dengan atasan bordir ala bohemian. Maia terlihat cantik banget, yaiyalah di tahun 2010 aja pernah menyabet gelar 2nd Runner Up di ajang pemilihan Puteri Indonesia. Ntah kenapa mata saya justru lebih fokus ke sosok malaikat cantik satu ini. Lah, pemeran utamanya kan Tatjana hihihi.....ssssttt!

Rolling Stones Indonesia aja berpendapat bahwa untuk menyebut Tatjana Saphira aktris baru yang menjanjikan, ia butuh sesuatu yang lebih. Sejak pertama kali melihat akting doi di Negeri Van Oranje sampai di film I Am Hope, hmmm masih estede alias standard [ooops] #imho loh yaaa.

Beda dikit dengan Alessandra Usman ini yang ternyata I Am Hope merupakan debut film pertamanya dan saya kasih nilai 7 dari 10 [wink].

Masih setia dengan motif bohemian, kali ini coba deh bayangin kalo atasan batwing kek gini dipaduin dengan celana pendek model pajama plus sandal ala gladiator.

Alessandra-usman-i-am-hope

Bihemian-style
Bohemian look
bohemian-look
Mix & match ala Maia
Kan, gimana nggak gagal fokus kalo penampakan setan berhati malaikatnya seperti ituh hahaha, namun sayang saya kesulitan menemukan brand padu padan outfit yang dikenakan para pemain terutama Maia.

ghea-panggabean-film
gaun rancangan Ghea Panggabean
Yang saya tahu pasti di akhir cerita ketika Mia berhasil mewujudkan mimpinya di dunia teater, ia mengenakan gaun rancangan designer ternama Indonesia, Ghea Panggabean.

Bracelet of HOPE
Kain sisa produksi dari rancangan Ghea Panggabean ini atau yang biasa dikenal dengan sebutan kain jumputan, digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gelang harapan [gelang solidaritas].

gelang-harapan-booth
@100K IDR
Dapat kalian jumpai di booth di semua jaringan bioskop yang memutar I Am Hope. Dan seluruh hasil penjualan Gelang Harapan ini akan disalurkan ke yayasan-yayasan kanker yang ada di Indonesia, seperti yang telah dilakukan di kota Trenggalek, Bandung dan Jakarta.

Nah...kapan lagi ngebioskop sambil beramal. Hayuk!
---------------------------------------------------
Genre: drama
Produser: Wulan Guritno, Janna Soekasah Joesoef, Amanda Soekasah
Sutradara: Adilla Dimitri
Produksi: ALKIMIA Production
Cast: Tatjana Saphira, Fachri Albar, Tio Pakusadewo, Febi Febiola, Alessandra Usman
Durasi: 1 jam 48 menit
Tahun: 2016

sumber foto:
Twitter I Am Hope The Movie
Twitter Tatjana Saphira
Kapanlagi
Dokumentasi pribadi

21 comments:

  1. aku gak ada di foto yg bareng2....hiks :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. eaaaa tomi mana tomi *eh nah kaaaan ^^v

      Delete
  2. pengen nonton ini tapi anak2 milihnya yg lain :(

    ReplyDelete
  3. Huahahaha aku juga fokus ngeliatin style nya si Maia sama Mia ini. Modis abis. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya lucu2 padu padannya....malah gagal fokus sm filmnya, ketebak sih ya *ooops spoileerrrr

      Delete
  4. woow review menariiikk, out of d box :D
    nonton lagi yuk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha hayuk, tapi gk pake drama yaaaa :D

      Delete
  5. nah, itu kan ceritanya bajunya Mia dibeli pas mereka masih kayaa... hahahaha *dibahas*

    ReplyDelete
    Replies
    1. buahahahahaha analogi yang amsuk akal, termasuk perabotannya jg yak? eaaaaa

      Delete
  6. aku juga suka film A Walk to Remember :) *salah fokus

    ReplyDelete
  7. Aku naksir sofanya Mia lho mbaak...lucuu :D

    ReplyDelete
  8. Haha ternyata bukan aku aja yang pokus sama perabotan dan baju-baju Mia Maia. Aku naksir lampu yang dikamar ituh :D

    ReplyDelete
  9. Tatjana saphira lempeng ya sist, mainnyaaa...

    aku lebih suka chelsea islan. Muka mereka beti2 kan

    ReplyDelete
  10. Waaa suka reviewnya, dari sisi fashion. Sayang nobar disini di cancel, gak jadi :(

    ReplyDelete
  11. wuih, ada bohemian look, unik, hehehe..
    eh, sutradaranya suami istri itu toh...kompak ya mereka..;))

    ReplyDelete
  12. Lucu banget nih style ala Maia-nya. Unik tapi beda.

    ReplyDelete
  13. Seru yaaaaa, aku pingin foto di kamarnyaa

    ReplyDelete
  14. Ih, lihat covernya lumayan, seru nih kayaknya, mau coba nonton deh, makasih ya kak refrensinya

    ReplyDelete

Makasih ya, buat kalian yang udah berkunjung & leave comment...stay beYOUtiful ^^

Followers