Setan-Setan Dibelenggu?

Thursday, June 25, 2015

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ
”Apabila datang Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhori dan Muslim).
setan-ramadan
setan dibelenggu?
Sabda Rasulullah SAW mengenai setan-setan yang dibelenggu selama ramadhan tiba ini semacam doktrin yang selalu saya ingat hingga detik ini, meskipun literally pemahaman tsb agak rancu bagi saya. Bahkan dulu ketika kecil dan bulan ramadhan tiba "Udah nggak usah takut, kan setan-setannya sedang dikurung." hibur mami kalau saya takut sewaktu hendak ke belakang. Namun apakah demikian pada kenyataannya? Masih ada kah yang mengalami hal-hal yang berhubungan dengan dunia lain ketika bulan ramadhan tiba?

Saya dan mami mengalaminya, kok bisa? Bukannya dikurung tuh setan-setannya? Hihihi teteeep ya pemahaman secara eksplisit kebanyakan orang memang demikian, tak dipungkiri saya juga hahaha.

Bapak versi Mami
Hari itu di rumah Karah - Surabaya menjelang maghrib, mami menanti bapak yang keluar untuk membeli takjil. Duduk leyeh-leyeh di ruang tengah killing time sambil melihat ustad berceramah di TV, acara andalan di bulan puasa. Selang beberapa menit menjelang adzan maghrib tiba-tiba tanpa mengucap salam seperti biasanya bapak langsung masuk ke dalam rumah ngeloyor gitu saja melewati mami yang duduk anteng di ruang tengah. Tanpa menyapa mami ngeloyor melewati ruang tengah hingga ke ruang makan lalu ke dapur. Mami pun bergegas mengikuti bapak sambil mengecek keberadaan si takjil hehe "Pah, mana takjilnya?" tapi apa dikata sesampainya di dapur, keberadaan bapak dan takjil yang ditunggu-tunggu pun tidak nampak.

Mami: "Loh Ning, bapak tadi kemana ya?" 
saya yang sejak tadi berada di kamar tidur dibuat bingung, bergegas keluar kamar ketika mendengar teriakan lirih tadi.
Saya: "Bukannya bapak keluar beli takjil" kemudian menghampiri Mami.
Mami: "Tadi tu bapak sudah masuk rumah, tapi kok tumben nggak ngucapin salam trus masuk ke ruang makan. Kupikir trus ke dapur"
Hening sesaat -----

Bapak: "Assalamuallaikum"
Saya: "Lah itu bapak, Mi?!" bingung
Mami: raut wajah mami nggak kalah bingung dengan saya "Loh Pah, bukannya tadi kamu udah datang?"
Bapak: "Lah? ini aku barusan datang." timpal bapak membenarkan keadaan sebenarnya.

Saya pun segera mengambil piring untuk menyiapkan takjil yang barusan dibeli bapak, tapi mami hanya berdiri bingung menatap saya dengan raut wajah penuh pertanyaan. Lantas orang menyerupai bapak yang masuk tanpa mengucap salam trus menghilang ke dapur tadi siapa? Pertanyaan itu seolah hilang begitu saja ketika adzan maghrib berkumandang "Allahu Akbar, Allahu Akbar!", alhamdulillah waktu berbuka terlah tiba.

Bapak versi saya
Hari pun berganti, cerita tentang "bapak" dari dunia lain versi mami pun terabaikan begitu saja. Selang beberapa hari kemudian kejadian serupa saya alami, hahaha kok ada lagi cerita setannya, bukannya dikurung???

Acara ceramah ustad yang jadi favorit mami menjelang adzan maghrib tiba bukan jadi tontonan favorit saya [looh] hahaha. Guyonan ala almarhum Olga Syahputra jadi favorit saya kala itu, jujur saja dulu saya mah facebooker mania LOL. Leyeh-leyeh juga, tapi bukan di ruang tengah melainkan di kamar tidur, karena sore itu tidak ada orang di rumah sama sekali kecuali saya dan bapak.
Seperti biasa, menjelang maghrib bapak keluar untuk membeli takjil dan anak cewek satu-satunya malah leyeh-leyeh cantik nonton TV hahaha jangan ditiru yak.
Kejadian serupa beberapa hari lalu terjadi kembali, namun saya belum menyadarinya. Sekilas melihat sosok bapak ngeloyor begitu saja di depan kamar saya menuju ruang makan lalu terdengar derap langkah kakinya menaiki anak tangga menuju lantai atas rumah.
"Pak, pak sudah balik ya" sontak saya memanggil bapak dan menuju ruang makan, dengan harapan takjil yang diharapkan sudah ada diatas meja. Saya bingung, takjil nggak ada, bapak pun nggak ada "Ohh bapak langsung keatas sepertinya untuk menyalakan lampu" karena senja telah tiba keadaan pun mulai gelap.
Di lantai atas pun saya nggak menemukan bapak yang tadi sekilas saya lihat. "Lah tadi kan bapak udah pulang, kemana ya?" bathin saya sambil mencari bapak ada dimana, namun nihil saya tetap nggak menemukan bapak di lantai atas sesuai dengan derap langkah yang terdengar tadi.

Hening sesaat -----
Bapak: "Assalamualaikum" terdengar lirih bapak mengucap salam dari lantai bawah rumah.
Saya: terperanjat kebingungan sambil rada merinding sedikit mengingat kejadian serupa barusan saja terjadi beberapa hari yang lalu.
Bapak: "Ini Ning takjilnya, taruh di piring yah. Bapak mau siap-siap ke mushola depan rumah."
Kemudian bapak pergi meninggalkan saya yang baru saja turun dari lantai atas rumah dengan seribu pertanyaan serupa seperti kemarin yang belum terjawab.
rumah di Karah, Surabaya
Setan-Setan Dibelenggu? Kiranya pengalaman dua kali saya di rumah waktu itu mengubah pemahaman saya mengenai sabda Rasulallah SAW, makna setan dibelenggu tidak serta merta menghilangkan keberadaannya. Adam yang seorang nabi sekalipun dapat tertipu muslihat setan, apalagi kita manusia yang jauh dari kesempurnaan. Hakekatnya mau bulan puasa sekalipun tetaplah tawadhu dan berserah diri kepadaNya. Raih pahala sebanyak-banyaknya di bulan mulia ini, jauhi kemaksiatan, laranganNya dan jangan sampai di bulan suci ini sifat-sifat setan membelenggu kita maupun di bulan-bulan lainnya, naudzubillah min dzalik.

*based on true story
Tulisan ini diikutkan lomba menulis di blog dengan tema “Ramadan di Rumah” yang diadakan oleh Citizen6 dan Rumah.com
http://citizen6.liputan6.com/read/2252267/yuk-ikut-ramadan-di-rumahdapatkan-thr-jutaan-rupiah

You Might Also Like

22 happy thoughts

  1. Kok jadi serem ya mbak bacanya :D
    Bisa sama gitu kejadiannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya makanya itu smua heran, tapi ya gitu tetep gk ada jawaban siapa dia...mgkn tau sama tau hahahaha

      Delete
  2. Setan dibelenggu itu berlaku buat mereka yg menjalani ibadab dg sungguh2 di bln ramadhan ya mba.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mbak keknya, makin kuat iman seseorang makin kuat juga godaannya. Berbanding lurus hahahaha

      Delete
  3. Eh, tumben Mak saya gak ngerasa serem baca yang beginian, hihihi..
    Btw kalo sepengetahuan saya di bulan Ramadhan kita dijauhkan dari sifat-sifat setan, karena biasanya ibadah kita meningkat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bacanya pas puasaan mgkn ya mak, kan dikurung setan-setannya hihihihi ^^v

      Delete
  4. ibuku juga bilang begitu...jadi setan pas ramdhan tuh diikat..jadi pas lewat kuburan aku nggak takut lagi...soale setannya kan masih diikat...hehehe kecuali udah selesai ramadhan..aku bakalan takut...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi tuh kan bener, pinter yah ibu2 kita dulu kalo menghibur spy gk takut :)

      Delete
  5. Kemudian aku begidik. Mbak Ning ini, seneng banget bikin cerita horor..

    ReplyDelete
  6. jadi itu bapaknya siapa??

    ReplyDelete
  7. IHIHIHIHIIIIIIIIKKKKK
    ^^backsound suara mbak kunti

    ReplyDelete
  8. Aku pernah ngalamin. Dulu sewaktu masih SMP, jam setengah 10an ada suara berisik di dapur padahal seisi rumah udah tidur. Begitu aku datengin wajannya malah gerak sendiri. Masya Allah aku langsung ketenggengen Mbak >.<

    ReplyDelete
  9. Sesyngguhnya Alquran itu adalah sebaik baik petunjuk bagi manusia. Ada sisi tersurat dan yg tersirat..mksd dr ayat d atas bukn bermakna syetan dan sekutunya d belenggu oleh Allah. Taukah bahwa saat org berpuasa seluryh pmbuluh darah mjd mengecil sedangkn yeran menggoda mnusia melalui pmbuluh darah.artinya d saat org berpuasa syetan sulit utk msuk k pmbuluh drh manusia.itulah yg d maksud syetan terbelenggu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaaaaah kakakkuuuu skalinya komen yaaa, mamacih komentar dan penjelasannya :) :)

      Delete
  10. Ahh au ahh.. Ahhhh aukk akhh.. Malam malam begini baca postingan nya, serius aku merinding.. Gak mw ngebayangin itu siapa.. Aaaakkkk!! Kabuurrr~


    Http://beautyasti1.blogspot.com

    ReplyDelete
  11. lah trus itu siapa Mbak? -___________-

    ReplyDelete
  12. cerita bisa jadi pelajaran untuk kita semua...

    ReplyDelete

Makasih ya, buat kalian yang udah berkunjung & leave comment...stay beYOUtiful ^^

Friends of mine

Facebook Pages

Instagram