Laporan Keuangan Bulanan Untuk Blogpreneur?

Saturday, September 10, 2016

Laporan keuangan bulanan untuk blogpreneur? Blogpreneur apaan? Oke, bahasan agak serius dulu ya. Apalagi kalo udah menyangkut menyangkut pelaporan keuangan. Zaman kuliah dulu, kalo udah memper-memper yang namanya laporan tuh bawaannya panik hahaha. Trus gimana mo bikin laporan keuangan sendiri, kalo udah panik duluan begitu terima email penawaran job review [eaaa]. Ssst, apalagi profesi [eciye profesi] blogpreneur sekarang ini kan lagi naik daun alias ngehits.

laporan-keuangan-blogpreneur

Literally
Well, literally [red: secara harfiah], blogpreneur terdiri dari kata blog dan entrepreneur, kalo diintip di wikipedia artinya ialah:
  • Blog merupakan singkatan dari web log, yakni sebuah aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan yang dimuat pada sebuah halaman web.
  • Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha.
Saya ambil kesimpulan, bahwasanya blogpreneur adalah wirausahawan yang bergelut di media online [red: blog]. Hah? Wirausaha? Trus produk unggulannya apa dong, kan kalo dengar kata usaha pastinya ada produk yang dipasarkan. Ya itu tadi, tulisan-tulisan yang mereka post di blog, fyi ini personal sih. Sementara ini melalui blog, baru seputar tulisan saja yang saya unggulkan.

Ubah Pola Pikir
Kebanyakan nih, masyarakat kita kalo mendengar kata usaha, pengusaha, pasar, dan teman-temannya. Bawaannya tuh, wuah butuh modal nih, wuah duit nih...duit hahaha iya apa iya?
Bak anak tangga, jika kita ingin mencapai lantai tertinggi, kita kudu menapakinya satu persatu. Sama halnya dengan berwirausaha di dunia blog ini tadi. Nggak mungkin kan, kita bisa menapaki tiga, empat bahkan lima anak tangga sekaligus dalam satu langkah? Jadi intinya, nggak semua kesuksesan itu dapat diraih secara instant, ada proses yang kita lewati di dalamnya. Semua pasti dimulai dari bawah dulu, baru ke atas. Makanya tumbuh itu ke atas bukan ke samping [eh].

Usaha, Usaha dan Usaha!
Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, peribahasa tsb menggambarkan sesuatu yang sedang saya tekuni sekarang, sejak resign. Satu pintu tertutup, ketuklah pintu lainnya. Rezeki dariNya bisa dari mana saja. Mau jumlahnya sedikit atau banyak, itu relatif. Takaran tiap orang itu berbeda-beda pastinya, pun dengan saya.

Mengolah yang sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit ini lah yang kelihatannya sederhana, tapi kalo nggak dicatat dalam sebuah laporan keuangan bulanan, bakalan ribet juga. Nominal yang saya terima mungkin belum sewow blogger ngehits itu, tapi kan balik lagi soal takaran setiap orang itu berbeda-beda. Tergantung bagaimana kita mensyukurinya.

Penting!
Okeh basa-basinya cukup, haha panjang ya cyiiin. Intinya nih, mau seberapapun nominal yang kita peroleh, semua job review yang masuk dan kita terima sudah seharusnya kita catat dalam jurnal khusus. Kalau perlu buka rekening khusus untuk perputaran rezeki dari blog.

Penting kah? Wuoo iya, penting banget. Sering kejadian soalnya, contoh..saat saya mengecek mutasi di rekening bank, yang tertera di situ kan cuman nominal dan nama agency saja. Selebihnya? Ya sila cross check sendiri, syukur-syukur setelah mentransfer pembayaran job review ke kita, mereka segera melakukan konfirmasi.

notifikasi-invoice
Trus, ini transferan dari siapa?!
Lah kalo seperti kemarin, ujug-ujug terima email, dan masih ketambahan pulak saya lupa ini job review yang mana ya?! Hahaha, kan kan baru nyadar kalo semua laporan keuangan ini penting. Kan tadi di awal udah bilang mo jadi blogpreneur, maka dari itu...mulai lah dari sekarang. Hargai berapun nominal yang kita peroleh, karena pada prinsipnya nggak ada ceritanya orang malas dapat emas.

So, menurut kalian gimana? Nunggu sukses dulu jadi blogger ngehits baru bikin laporan keuangan, apa mulai dari sekarang nih?

You Might Also Like

15 happy thoughts

  1. Hahaha...heboh juga tuh kalo tau2 dapat transferan trus kitanya lupa itu job yg mana dan kapan setornya. Tapi tetep sih. Dapat transferan duit tuh bikin hepiiiiii... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa hepi banget, tapi trus bingung ini yang manaaa. Apalagi kalo nominalnya beda, eaaa malah curcol.

      Delete
  2. Cuuung ngaku belum bikin laporan keuangan. Paling hanya buku kas pengeluaran belanja harian aja. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihihi masalah lapor melapor kni emang rada malas ya mba, enaknya ngabisin *eaaa

      Delete
  3. Karena job masih sedikit, saya jadi belum menulis laporan keuangan sediri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukiiiit ya cantik, aamiin :)

      Delete
  4. Saat ini saya belum sampai taraf itu masih mengisi waktu istirahat kantor aja sambil menulis kisah perjalanan


    Salam dr blogger ala2

    ReplyDelete
  5. terus piye untuk blogger yang belum menghasilkan ya Mbak?
    berarti belum ada laporan keuangannya ya :)

    o ini temennya blog lemaripojok.com ya.

    salam kenal Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener, teman segrup lemaripojok.com :)

      Salam kenal balik mas.

      Delete
  6. Aku mulai bikin nih mba, pemasukan dan pengeluaran yang berhubungan dengan nge-blog ini. Supaya kelihatan gitu arusnya.

    ReplyDelete
  7. Ide bagus tuh, mulai bikin laporan keuangan job blogger

    ReplyDelete
  8. Nah pertanyaannya sama sama yang di atas, klw belum menghasilkan piye?

    Mungkin jawabnya "tambahkan usahanya" 😂

    ReplyDelete
  9. Wqh menginspirasi sekali. Kemajuan teknologi menjadikan akses informasi tanpa batas. Boleh juga mba

    ReplyDelete
  10. Tipsnya oke nih mba.. saya gak kepikiran buat bikin laporan keuangan begini :))
    makasi infonya mba :)

    ReplyDelete

Thank you for reading, and commenting #beYOUtiful

Friends of mine

Facebook Pages

Instagram