Pulau Ubin: Tempat Wisata Antimainstream Di Singapura

Wednesday, September 04, 2019

Singapore (red: Singapura) bukan melulu soal surga belanja di Orchard Road atau selfie di depan patung singa Merlion yang udah terkenal itu. Sampai-sampai dibilang belum ke Singapura kalau belum foto di depan Merlion ... eh, itu saya dong! Hahaha entah kenapa saya tuh udah lebih dari dua kali ke Singapore kok malah belum pernah sekalipun ke patung Merlion, apalagi berfoto narsis di sana. Lah trus pas di Singapore kemarin ke mana dong?

pulau-ubin
Pulau Ubin: Tempat Wisata Antimainstream Di Singapura

Tempat Wisata Antimainstream di Singapura

Pulau Ubin ... haaa? Di mana tuh? Pulau kecil yang letaknya di sisi timur Singapura ini memiliki luas 10 km persegi. Bisa dibilang kecil-kecil cabe rawit, karena dari kesekian tujuan wisata di Singapura ... Pulau Ubin masuk dalam daftar wisata alam wajib dikunjungi kalau kalian bepergian ke Singapura. Di balik kemegahan kota Singapura dengan segala wisata alam artficial-nya, Pulau Ubin ini ternyata kaya akan keberagaman flora dan fauna.

Sejarah Pulau Ubin

Pulau yang sekarang hanya dihuni oleh sekitar 38 penduduk desa[1] ini pun memiliki cerita sejarah di balik keelokannya. Once upon a time ... sebuah cerita legenda menceritakan bahwa Pulau Ubin terbentuk ketika 3 binatang dari Singapura yakni katak, babi dan gajah menantang satu sama lain untuk berlomba mencapai pesisir Johor. Yang kalah akan berubah menjadi batu, eh ternyata ketiganya tidak ada yang sanggup mencapai pesisir Johor. Oleh karena itu, ketiganya pun berubah semua. Gajah dan babi berubah menjadi Pulau Ubin sedangkan katak menjadi Pulau Sekudu atau Pulau Katak ... adil kan? hehehe.

Kira-kira begitu legenda yang diceritakan turun-temurun, juga mengapa di pulau Ubin ini kita bisa melihat beberapa ceruk sisa pertambangan batu granit. Karena dulunya di jaman kolonialis Inggris sekitar tahun 1930-an terdapat pertambangan granit namun di tahun 1999 telah resmi ditutup. Kelima tambang seperti Balai Quarry, Kekek Quarry, Ketam Quarry, Pekan Quarry dan Ubin Quarry yang sekarang semua tambang tersebut sudah tidak aktif lagi. Kesemua tambang-tambang tsb telah diperbaiki dan berubah menjadi ceruk-ceruk cantik sebagai habitat yang lestari untuk keanekaragaman hayati.

Pekan Quarry: bersepeda sambil menikmati pemandangan ceruk bekas pertambangan granit.


Meski begitu adanya natural resources seperti batu granit ini banyak membantu Singapore dalam pembangunan jalan serta rumah-rumah yang dilakukan pada tahun 1970-an silam.

How to get there

Karena kemarin saya menginap di Park Hotel, Hotel Singapore yang berada di kawasan Clarke Quay ini letaknya di pusat kota Singapore. Kenapa saya memilih menginap di situ? Karena lokasinya cukup strategis, kalau mau ke mana-mana nggak terlalu jauh. Apalagi Park Hotel Clarke Quay ini termasuk hotel di Singapore yang dekat dengan stasiun MRT, 6 menit aja kalau mau ke MRT terdekat yakni Fort Canning MRT Station (DT20).

kolam-renang-hotel
Park Hotel Clarke Quay: view kolam renang diambil dari dalam kamar
Pemesanan hotel internasional sekarang bisa dilakukan melalui PegiPegi, aplikasi online travel agent. Selain tampilan aplikasinya yang eyecatchy dan user friendly, PegiPegi pun menghadirkan banyak promo. Emak-emak kek saya doyan banget nih kalo udah ngomongin promo.

Salah satunya promo diskon hotel satu ini ...
diskon-hotel-pegipegi

hotel-murah-singapura
ah, jadi pengen halan-halan lagi ke Singapore hihihi #kode

review-park-hotel-singapura
Sebelum melakukan pemesanan, biasanya saya membaca beberapa review dari pelancong yang pernah menginap di hotel tsb.
Lumayan lah, untuk transaksi minimal Rp1.000.000,- kita dapat diskon 10% ... hmmm buat bayar ongkos ferry ke Pulau Ubin boleh lah hehehe.

Nah ... dari Park Hotel Clarke Quay menggunakan kendaraan pribadi (red: mobil), menuju Changi Point Ferry Terminal membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Kemudian 10 menit menuju dermaga di Pulau Ubin menggunakan bumboat, oiya tanpa jadwal keberangkatan yah. Per orang dikenakan biaya sebesar SGD 2.50 dan apabila penumpang sudah mencapai 12 orang, barulah bumboat ini akan berangkat. Hehehe seperti di Indonesia kalau kita naik angkot yak, angkot penuh baru berangkat.

Buat yang hendak naik MRT, kamu bisa menggunakan MRT menuju ke Stasiun Tanah Merah, lalu lanjut mengambil bus SBS Transit nomor 2 menuju Changi Village Terminal. Nah, dari situ baru deh kita ke Changi Point Ferry Terminal.

Things to do in Pulau Ubin

Banyak aktivitas menarik yang bisa kita lakukan di pulau yang masih memanfaatkan air sumur sebagai sumber mata air ini. Selain berwisata kuliner makan es kacang khas Melayu yang dijajakan oleh warung di sana, kita pun bisa melakukan beberapa aktivitas seperti ...

Bersepeda keliling pulau

Begitu sampai di dermaga kita bisa menyewa sepeda perjamnya 3-7 dollar Singapore yang bisa digunakan untuk berkeliling pulau kecil ini. Kita pun bisa memilih, mau bersepeda ke arah barat atau timur pulau ... atau kedua-duanya juga boleh banget. Di mana kalau kita bersepeda ke arah barat bisa melihat pemandangan ceruk bekas pertambangan granit, juga kuil Wei Tuo Fa Gong Temple. Sedangkan ke arah timur bisa menikmati alam Singapura yang masih natural alias alami, Chek Jawa Wetlands.

Bahkan di pulau ini juga terdapat rute bersepda gunung pertama di Singapura yang memenuhi standar internasional untuk kompetisi bersepeda gunung, yakni di Ketam Mountain Bike Park. Jadi, kapan kita bersepeda di Singapore?


House No.1

Rumah bergaya Tudor ini terletak di depan pintu masuk Chek Jawa Wetlands, berdiri sejak tahun 1930 sebagai satu-satunya rumah di Singapore yang memiliki perapian meski sekarang perapian tersebut sudah tidak berfungsi. Karenanya pada Desember 2003 oleh Urban Redevelopment Authority (URA) of Singapore, bangunan rumah ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan pada 2007 menjadi Chek Jawa Visitor Center.


Unik yah ... berfoto di depan facade rumah ini pasti terlihat cantik dengan pemandangan Selat Johor terhampar sejauh mata memandang.

Mengunjungi Chek Jawa Wetlands

Kemudian mengunjungi Chek Jawa Wetlands, adalah rumah bagi beragam satwa liar dan juga ekosistem terkaya di Singapura. Chek Jawa sendiri terdiri dari 7 ekosistem yang saling tergantung, yakni hutan pantai, hutan bakau, pantai berbatu, pantai berpasir, bar pasir, laguna dan juga puing-puing karang.


Di sini kita bisa berjalan menyusuri garis pantai melalui coastal broadwalk sepanjang 1.1 km sambil menikmati keindahan pantai dan area hutan bakau. Jadi diharapkan para pengunjung pun ikut menjaga kelestarian alam yang bisa dibilang terakhir yang ada di Singapura ini.

***
Gimana? Kalian juga tertarik memasukkan Pulau Ubin dalam daftar tempat wisata di Singapura? Kapan lagi bisa bersepeda keliling Singapura dengan pemandangan alam yang masih benar-benar alami, bukan kaleng-kaleng ... hehehe. Jom!

* sumber informasi:
[1] https://www.nparks.gov.sg/pulau-ubin/heritage/kampong-life [diakses tanggal 02 September 2019].

You Might Also Like

15 happy thoughts

  1. baru kali ini loh aku dgr pulau ubin :D. padahl sering bolak balik ke singapur :D.unik banget namanya... tadinya kukira di sana banyak dilapisin ubin pulaunya mba hihihi..

    ntr kalo ke singapur lg, aku masukin ke itin pulau ini.. :) penasaran jg. sesekali pgn liburan yg beda kalo ke sing. biasanya cuma main wahana ekstreme di clarke quay ama di uss :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ... Pulau Ubin ini salah satu kehidupan kampung Melayu yang masih tersisa di Singapura. Beda banget dengan kehidupan di ibukota hehehe

      Delete
  2. Asyik banget ke Singapore, mana wisata unik ke pulau ubin lagi hehe.. Bisa naik sepeda dengan santai ya di sana. Nambah pengalaman baru yang seru pastinya :)

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. iya mbak, suasana traveling di Singapore yg berbeda dari biasanya.

      Delete
  4. Wah iya, tadi kepikiran ini kayak Pulau Seribu gitu. Duh, aku salfok dengan pemandangan kolam renangnya dari hotel itu deh. Cantik bangeeeet 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. langsung pengen nyebur ya mb bawaannya ngeliat kolam biru gitu.

      Delete
  5. Waaahhh aku baru tahu ini pulau ubin, yang ku tahu selama ini Singapur itu kota yang modern banget. Ternyata ada juga yang seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, benar-benar berbeda dari kota di pulau mainland-nya ya mbak.

      Delete
  6. Ini sih bener2 wisata anti mainstream di S'pore. Kalo biasanya orang2 pada shopping dari mal ke mal atau ke Sentosa Island, ini berwisata alam. Saya malah baru tau nih kalo ada pulau juga di sekitaran S'pore.

    ReplyDelete
  7. Aku baru denger ada pulau ubin di Singapura. Kebayanglah kecilnya seberapa pulaunya hehe..

    ReplyDelete
  8. Aku juga ga ke merlion kak pas ke singapore. Soalnya lagi direnov wkkwwk sedih dah. Lol.

    Siaap pulau ubin menarik juga nih untuk dikunjungi

    ReplyDelete
  9. Wah. Benerrr patut dikunjungi ini pulau ubin. Abis bosen juga liat belajaan n kurs sgd sekarang hahahahaa. Thanks for sharing mba

    ReplyDelete
  10. wah pengen juga nih jalan jalan ke pulau ubin, belum pernah soalnya

    ReplyDelete
  11. Pulau kecil masih pny pulau lebih kecil lagi yah

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di blog #beYOUtiful ini, semoga tulisan-tulisan saya bermanfaat :)

Friends of mine

Facebook Pages

Instagram